8 Orang Tewas, Sopir Pikap Rombongan Arisan Jadi Tersangka

Avirista Midaada, Okezone · Rabu 02 Juni 2021 11:57 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 02 519 2418820 8-orang-tewas-sopir-pikap-rombongan-arisan-jadi-tersangka-kNHTi8aTnU.jpg Ilustrasi (Foto : Shutterstock)

MALANG - Kepolisian akhirnya menetapkan pengemudi mobil pikap maut pembawa rombongan arisan di Malang sebagai tersangka. Pengemudi bernama Muhammad Asim (44) warga Ranupane, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, yang masih menjalani rawat jalan di kediamanya setelah diperbolehkan pulang dari Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang.

Kapolres Malang AKP Hendri Umar membenarkan pihaknya telah menetapkan tersangka kepada pengemudi mobil pick-up yang menyebabkan 8 orang tewas saat kecelakaan maut di Jalan Raya Desa Wringinanom, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang

"Penentuan tersangka berdasarkan hasil pemeriksaan plus asistensi TAA (Trafic Accident Analysis) Polri. Kami tetapkan sopir sebagai tersangka per Senin 31 Mei kemarin," ucap Hendri Umar saat dikonfirmasi awak media, pada Rabu (2/6/2021).

Penetapan tersangka kepada Muhammad Asim ini lantaran pengemudi mengendarai kendaraannya saat tengah mengantuk hingga menyebabkan kecelakaan maut menabrak pohon di pinggir jalan. "Saat menyetir ia kondisinya mengantuk. Jadi memang sempat terlelap," kata Hendri.

Kini supir mobil pickup ini menjalani perawatan jalan di rumah setelah kondisinya mulai membaik. Namun dirinya belum dapat meminta keterangan sang supir lantaran kondisinya belum stabil.

"Kalau nanti kondisinya sudah membaik, maka akan kami bawa ke Mapolres Malang untuk penyidikan,” tuturnya.

Terpisah Kasatlantas Polres Malang AKBP Agung Fitriansyah menyatakan, telah memerintahkan satu anggotanya untuk mengawal tersangka di rumahnya. Sebab pihaknya tak ingin pengemudi mobil pickup ini melarikan diri.

Sang pengemudi ini bakal dijerat dengan pasal berlapis mulai dari Pasal 310 ayat 1 hingga 4 mengenai kelalaian berkendara yang mengakibatkan kecelakaan lalu lintas. Selain itu pihaknya juga bakal menjerat dengan Pasal 137 ayat 4 tentang larangan kendaraan barang memuat orang.

"Kalau yang pasal 310 paling lama 1 tahun penjara denda Rp 10 juta. Sedangkan yang pasal 137 ancaman hukumannya satu bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu," pungkasnya.

Baca Juga : Ini Identitas Korban Kecelakaan Maut Pikap Rombongan Arisan

Sebelumnya diberitakan kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Dusun Simpar, Desa Wringinanom, Kecamatan Poncokusumo tepatnya di jalan turunan dan menikung sekitar Omah Semar. Kecelakaan terjadi pada Rabu siang (26/5/2021) sekitar pukul 13.30 WIB, dimana akibat mobil pick-up terbuka dengan nopol N 9610 BD dinaiki belasan orang mengalami rem blong dan menabrak pohon di tepi jalan.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini