Share

Disetujui WHO, Singapura Akhirnya Izinkan Penggunaan Vaksin Covid-19 Sinovac

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 03 Juni 2021 12:25 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 03 18 2419437 disetujui-who-singapura-akhirnya-izinkan-penggunaan-vaksin-covid-19-sinovac-DjTmHwlLbN.jpg Foto: Reuters.

SINGAPURA – Kementerian Kesehatan Singapura pada Rabu (2/6/2021) mengatakan bahwa vaksin Covid-19 Sinovac buatan China diizinkan untuk digunakan di negara itu dan dapat diperoleh warga Singapura melalui jalur khusus. Hal itu diumumkan setelah vaksin Sinovac mendapat persetujuan penggunaan darurat oleh oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Sebelumnya, pada Senin (31/5/2021) Kementerian Kesehatan telah mengumumkan bahwa melalui jalur akses khusus, institusi kesehatan swasta akan dapat membawa vaksin COVID-19 yang tidak terdaftar.

BACA JUGA: Kabar Baik! WHO Akhirnya Setujui Vaksin Sinovac

Vaksin Sinovac telah disetujui oleh WHO pada Selasa (2/6/2021).

Meskipun Singapura telah menerima pasokan dosis Sinovac, vaksin tersebut belum disetujui untuk digunakan oleh Health Sciences Authority (HSA).

HSA hanya memberi izin untuk vaksin Pfizer-BioNTech dan Moderna, yang keduanya didasarkan pada teknologi mRNA.

Namun, vaksin mRNA tidak cocok untuk orang dengan riwayat reaksi alergi yang parah seperti anafilaksis dan untuk individu dengan gangguan kekebalan.

Pada Rabu, Depkes mengatakan akan merilis rincian lebih lanjut dalam beberapa hari mendatang bagi institusi kesehatan swasta untuk mengajukan permohonan menjadi penyedia berlisensi untuk vaksin COVID-19 Sinovac-CoronaVac di bawah rute akses khusus.

BACA JUGA: WHO Izinkan Vaksin Sinovac, Jamaah Indonesia Bisa Berangkat Haji?

"Kami juga mempelajari kemungkinan bagi institusi kesehatan swasta untuk mengakses stok 200.000 dosis kami saat ini, dan menyusun perincian tentang harga, proses persetujuan yang diinformasikan, dan keselamatan pasien yang lebih memilih untuk diberikan dengan Sinovac-CoronaVac di bawah SAR," kata Depkes dalam menanggapi pertanyaan media sebagaimana dilansir Channel News Asia.

Kementerian juga menegaskan bahwa Sinovac bukan bagian dari program vaksin nasional dan oleh karena itu tidak akan tercakup dalam Program Bantuan Keuangan untuk Vaksinasi COVID-19 Singapura.

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

Ketika lebih banyak data internasional dan lokal tersedia, komite ahli tentang vaksinasi COVID-19 juga meninjau pembatasan saat ini untuk memungkinkan orang dengan riwayat anafilaksis yang diketahui divaksinasi dengan dua vaksin mRNA yang saat ini disetujui untuk digunakan di sini, kata kementerian itu.

Sinovac menggunakan teknologi yang berbeda, menggunakan bentuk virus corona yang tidak aktif untuk memicu respons kekebalan terhadap virus. WHO merekomendasikan vaksin untuk digunakan pada orang dewasa berusia 18 tahun ke atas, dalam jadwal dua dosis yang tersebar di dua hingga empat minggu.

"Hasil kemanjuran vaksin menunjukkan bahwa vaksin mencegah penyakit simtomatik pada 51 persen dari mereka yang divaksinasi dan mencegah COVID-19 yang parah dan rawat inap pada 100 persen dari populasi yang diteliti," kata badan global itu dalam sebuah pernyataan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini