Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pemprov DKI Jalin Kerjasama dengan Jatim Senilai Rp3,9 Miliar

Komaruddin Bagja , Jurnalis-Kamis, 03 Juni 2021 |17:19 WIB
Pemprov DKI Jalin Kerjasama dengan Jatim Senilai Rp3,9 Miliar
Pemprov DKI Jakarta jalin kerja sama dengan Pemprov Jatim senilai Rp3,9 miliar. (Ist)
A
A
A

JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta dan Pemprov Jawa Timur bekerja sama untuk pembangunan antardaerah. Kolaborasi ini dibagi dalam tiga bentuk Perjanjian Kerja Sama (PKS), yaitu Kerja Sama Industri dan Perdagangan, Rencana Komunitas Kebutuhan Pangan, serta Pemesanan dan Pembelian senilai Rp3.925.000.000.

Kerja sama tersebut dilakukan dalam kegiatan 'Misi Dagang dan Investasi' untuk meningkatkan jejaring konektivitas antara kedua daerah di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengatakan, kerja sama ini sangat mendasar dan penting dengan berlandaskan keadilan bagi setiap kalangan, agar semua pihak terpenuhi kesejahteraannya, dan proses kegiatan pasar dapat berjalan dengan baik serta efisien.

"Kami di DKI Jakarta memiliki sekitar 17-18 persen aktivitas perekonomian di Indonesia untuk dikontribusikan ke seluruh Tanah Air. Di sisi lain, kami di Jakarta adalah kota jasa yang memiliki ketergantungan pada komoditi dari luar daerah, khususnya yang menyangkut kebutuhan dasar amat tinggi. Jika dihitung, bisa lebih dari 98% dari pasokan kebutuhan pangan," ujar Anies, Kamis (3/6/2021).

Anies menegaskan, di Pemprov DKI Jakarta telah terdapat pembagian tugas, yakni SKPD mengelola demand, sedangkan BUMD mengelola supply. Hal itu untuk memastikan ukuran, jumlah, dan lokasinya. Sehingga, distribusi pasokan untuk kebutuhan warga Jakarta lebih optimal dan efisien.

"Artinya apa? Kebutuhan dipercayakan kepada mekanisme pasar, ketika BUMD beroperasi. Kita menginginkan hal ini agar makin hari pasar yang ada di Jakarta makin bisa terpenuhi dengan baik. Lalu, indikasi paling sederhana dari bertemunya pasokan dengan kebutuhan secara baik adalah ketika ada stabilitas harga, ada inflasi yang terkendali, maka dampaknya se-Indonesia," tutur Anies.

Ia menambahkan, Jawa Timur adalah salah satu daerah produsen kebutuhan pangan di Jakarta, sehingga kegiatan misi dagang tersebut sangat diapresiasi oleh kedua belah pihak. Ia juga mengharapkan kerja bersama tersebut sangat berguna bagi kedua daerah dengan pasokan dan harga yang sesuai.

Baca Juga : Pemprov DKI Kembali Perpanjang PPKM Mikro hingga 14 Juni 2021

"Semoga pertemuan ini manfaatnya bisa dirasakan semua rumah tangga di Jakarta dan Jatim. Jangan lupa, kita bertemu hari ini bukan sekadar keuntungan lebih tinggi, bukan sekadar peluang bisnis lebih besar, tetapi ujungnya adalah menghadirkan keadilan sosial bagi semua yang terlibat di sini," tutur Gubernur Anies.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement