Tarif 'Nuthuk' di Yogya Jadi Viral, Sultan Ingatkan Jangan Berpikir Keuntungan Sesaat

krjogja.com, · Kamis 03 Juni 2021 06:53 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 03 510 2419273 tarif-nuthuk-di-yogya-jadi-viral-sultan-ingatkan-jangan-berpikir-keuntungan-sesaat-66CViD47pE.jpg Sri Sultan HB X (Foto : Istimewa)

YOGYAKARTA – Munculnya sejumlah keluhan masyarakat jadi viral di media sosial (medsos) tentang berbagai tarif ‘nuthuk’ di sejumlah destinasi wisata di DIY, yang akhirnya viral dan menjadi perbincangan publik. Masyarakat pun beramai-ramai mengomentari serta menyoroti permasalahan tarif nuthuk

tersebut dengan beragam kontroversinya. Mulai dari harga pecel lele di Jalan Perwakilan (kawasan Malioboro), tarif parkir di sekitar kawasan Titik Nol Kilometer Yogya, hingga wisatawan yang ‘diharuskan’ menyewa kendaraan jika akan berkunjung ke rumah Mbah Maridjan di Kaliadem, Cangkringan, Sleman.

Bahkan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X pun turut menaruh perhatian serius terhadap permasalahan tersebut, karena menyangkut citra Yogyakarta sebagai kota budaya, kota wisata dan kota pendidikan.

Sultan berharap munculnya kasus video viral yang mengeluhkan harga pecel lele di kawasan Malioboro seperti itu bisa menjadi pembelajaran bagi pedagang di Jalan Perwakilan khususnya, bahwa pariwisata bukan hanya tentang Malioboro tapi juga lingkungan sekitarnya.

“Meski kejadian itu terjadi di Jalan Perwakilan, bukan Jalan Malioboro, saya minta masyarakat khususnya para pedagang dan pelaku usaha di Malioboro dan sekitarnya, untuk mengambil hikmahnya. Bagaimana dengan pengalaman kemarin itu, menjadikan teman-teman pedagang kaki lima (PKL) di sana mengkoordinasikan potensi yang ada, jangan hanya bicara Malioboro saja, tapi lingkungan atau kawasan di sekitarnya juga bisa dikomunikasikan,” kata Sultan HB X di Kepatihan, Yogykarta.

Sultan menyatakan, kemunculan video viral soal harga pecel lele yang dinilai tidak wajar, perlu dijadikan perhatian semua pihak. Untuk itu Sultan berpesan agar para pedagang tidak hanya memikirkan keuntungan sesaat dengan ‘nuthuk’ atau menaikkan harga. Karena cara seperti itu justru membuat pedagang kehilangan pelanggan.

Baca Juga : Mahalnya Yogyakarta Terus-terusan Jadi Viral, Ini Kata Sri Sultan

“Pedagang yang ‘nuthuk’ maunya untung besar, tapi setelahnya ‘durung karuan payu meneh’ (belum tentu laku lagi). Jadi lebih baik kalau orang jualan itu untung secukupnya, tapi jumlah pelanggan semakin bertambah banyak. Bukan sebaliknya, ‘nuthuk’ dan mendapatkan untung besar tapi besok tidak ada yang makan lagi,” ungkap Sultan.

Sultan berharap supaya wisatawan atau pengunjung merasa nyaman dan tidak ada pihak yang merasa dirugikan. Alangkah baiknya jika standar harga di Jalan Perwakilan bisa sama seperti yang sudah dilakukan di Jalan Malioboro. Dengan begitu, baik pedagang maupun wisatawan atau pengunjung bisa merasa nyaman saat berkunjung di kawasan tersebut.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini