Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kesulitan 'Rebut' Tanah yang Dikuasai Asing, Mahfud MD : Buka Data, Siapa yang Dulu Obral Tanah?

Arie Dwi Satrio , Jurnalis-Sabtu, 05 Juni 2021 |22:53 WIB
Kesulitan 'Rebut' Tanah yang Dikuasai Asing, Mahfud MD : Buka Data, Siapa yang Dulu Obral Tanah?
Menko Polhukam, Mahfud MD (Foto: Okezone)
A
A
A

"Nah saya katakan ini limbah, dan kita sulit menyelesaikan ini, karena misalnya, kita mau rampas tanahnya orang, ini milik negara, nah dia sudah punya kontrak yang sah dengan negara pada waktu itu," imbuhnya.

Dijelaskan Mahfud, pemerintah tidak bisa seenaknya saja merebut tanah yang sudah dikuasai oleh asing. Sebab, sudah ada komitmen dengan pemerintah sebelumnya. Solusinya, kata Mahfud, pemerintah hanya bisa negosiasi agar hasil bumi yang dikelola asing dibagi dua dengan negara.

"Freeport, misalnya. Itu kan milik negara kenapa tidak dirampas. Wuih jangan begitu. Dulu Freeport ada kontrak dengan pemerintah, ketika akan dicabut engga bisa karena dulu kontrak ini. Dicabut dengan UU, UU tidak bisa membatalkan kontrak," ungkap Mahfud.

"Oleh sebab itu nego dengan Freeport, nego pelan-pelan hingga dapat 51 persen. Nah ini yang terjadi, banyak kebijakan-kebijakan yang terjadi dan kita yang harus menyelesaikan," pungkasnya.

(Khafid Mardiyansyah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement