JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) berkolaborasi dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengembangkan riset terkait sistem prakiraan (precursor) untuk gempa berskala lebih besar dari 6,5 magnitudo.
“Mulai tahun 2021 ini, riset bersama dilakukan BMKG dan LIPI untuk kajian precursor gempabumi yang memfokuskan pada potensi gempa-gempa merusak,” ujar Kepala Pusat Seismologi Teknik Geofisika Potensial dan Tanda Waktu BMKG Rahmat Triyono dalam keterangannya dilansir Antara di Jakarta, Minggu (6/6/2021).
Rahmat menjelaskan, riset itu untuk mengembangkan precursor yang dimiliki BMKG saat ini agar lebih baik lagi.
“Saat ini prekursor yg dikembangkan oleh BMKG belum mampu secara baik atau akurat untuk gempa-gempa dengan magnitudo atau kekuatan yang besar lebih dari 6,5,” ujar Rahmat.
Baca Juga: Soal Gempa Magnitudo 8,7 dan Tsunami 29 Meter, BMKG : Itu Potensi, Bukan Prediksi
Kendati belum bisa mendeteksi secara akurat untuk gempa-gempa berpotensi merusak, tapi precursor yang dimiliki BMKG memiliki tingkat akurasi cukup baik (60-70 persen) untuk gempa bumi berskala antara magnitudo 5 sampai 6.
Rahmat mengatakan tingkat akurasi precursor gempa bumi menggunakan magnet bumi, yang dikembangkan BMKG, akan lebih baik lagi, mencapai 80-90 persen, jika gempanya sekitar atau kurang dari magnitudo 5.