Hasil pernikahan Soekarno dengan Fatmawati memberikan seorang cucu yang sangat diharapkan oleh Nyoman Rai Srimben dan R Soekeni. Nyoman Rai Srimben dan R Soekeni menyaksikan kelahiran cucunya di Jakarta.
Kebahagiaan Nyoman Rai Srimben tidaklah lama karena pada saat berjalan-jalan di Jakarta R Soekeni terjatuh dan sakit keras hingga akhirnya meninggal pada tanggal 8 Mei 1945. Kemudian Nyoman Rai Srimben kembali ke Blitar.
Di hari tuanya ketika Soekarno telah menjadi orang pertama di Republik Indonesia, Nyoman Rai Srimben tidak pernah mau menginjakkan kakinya di Istana Negara. Nyoman Rai Srimben menjadi pelopor perkawinan campur antar suku, sehingga mungkin memberikan inspirasi kepada Soekarno untuk menyatukan Nusantara menjadi Republik Indonesia.
Pada tanggal 12 September 1958, Nyoman Rai Srimben meninggal dunia dan dimakamkan berdampingan dengan makan putranya Soekarno dan suaminya R. Soekeni Sosrodihardjo.
(Fahmi Firdaus )