Gubernur Khofifah Imbau Warga Madura Tak Toron di Hari Raya Idul Adha

Lukman Hakim, Koran SI · Rabu 09 Juni 2021 15:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 09 519 2422504 gubernur-khofifah-imbau-warga-madura-tak-toron-di-hari-raya-idul-adha-zrnEhLJZzd.jpg Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (Foto: Dok Okezone)

SURABAYA - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa mengimbau warga Madura, khususnya di Kabupaten Bangkalan, tak melakukan tradisi 'toron' atau mudik saat Hari Raya Idul Adha pada akhir bulan depan.

Selama ini warga Madura memang dikenal memiliki tradisi mudik saat perayaan hari raya kurban. Menurut Khofifah, lonjakan kasus di Bangkalan terjadi akibat libur lebaran, sementara warga Madura akan lebih banyak mudik pada saat Idul Adha dibandingkan dengan Idul Fitri.

"Kami ingin media ikut menyampaikan pesan kepada masyarakat terutama Bangkalan yang biasanya sederhana ada tradisi toron, hari ini mohon kembali untuk bisa menunda keinginan tradisi toron itu. Karena suasana ini tidak cukup kondusif untuk melakukan silaturahmi dengan kerumunan," kata Khofifah, Rabu (9/6/2021).

Baca juga: Kasus Covid-19 Melonjak, Khofifah Kembali Aktifkan Dua Faskes di Bangkalan

Pemprov Jatim bersama Pemda setempat saat ini tengah berjuang untuk mengendalikan kasus Covid-19 di Bangkalan. Sehingga, masyarakat diminta untuk berperan aktif dalam pencegahan penularan virus corona tersebut. "Kita harapkan semua dalam keadaan sehat, dan kondisi ini bisa dikendalikan dengan baik," terangnya.

Baca juga: Daftar Tunggu Haji di Jatim Sampai 31 Tahun, Gubernur: Mudah-mudahan Covid-19 Segera Hilang

Pemprov Jatim kini masih melakukan swab massal untuk tracing di empat kecamatan di Kabupaten Bangkalan yang menjadi sentra penularan Covid-19 di antaranya di Kecamatan Bangkalan, Kecamatan Arosbaya, Kecamatan Klampis, dan Kecamatan Geger. Sebanyak tujuh desa menjadi fokus penanganan Covid-19.

"Kami telah menurunkan tim mobil swab PCR ke Kecamatan Arosbaya untuk melacak setiap warga, mengingat kasus COVID-19 ini di wilayah termasuk paling banyak," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim, Herlin Ferliana.

(fkh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini