Dubes Zuhair Al-Shun: Israel Tak Mau Ciptakan Perdamaian di Tanah Suci

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 10 Juni 2021 07:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 10 18 2422763 dubes-zuhair-al-shun-israel-tak-mau-ciptakan-perdamaian-di-tanah-suci-6vP7UhttS3.jpeg Duta Besar Palestina untuk Indonesia Zuhair Al-Shun. (Foto: Heru/Okezone)

JAKARTA - Duta Besar Palestina untuk Indonesia Zuhair Al-Shun menepis anggapan bahwa situasi di Palestina lebih damai saat Amerika Serikat (AS) di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump.

Amerika Serikat, yang merupakan sekutu kuat Israel, memiliki peran yang dapat mempengaruhi kondisi di Palestina. Namun, Dubes Zuhair menilai perubahan kepemimpinan di Negeri Paman Sam tidak banyak mengubah situasi.

BACA JUGA: Peta Konflik Israel-Palestina dan Peran Amerika Serikat yang Dianggap Dominan

Meski mengakui bahwa konflik besar antara faksi Palestina, Hamas, di Gaza dengan Israel terjadi pada masa pemerintahan Presiden Joe Biden,

Dubes Zuhair mengatakan situasi di masa pemerintahan Trump tidak bisa dikatakan damai. 

"Yang ingin saya katakan, bukan berarti pada masa Trump seluruh wilayah damai. Setiap hari ada agresi, setiap hari penangkapan, setiap hari mereka menghancurkan rumah dan menyerang daerah. Pemukim (Yahudi) melakukan banyak aktivitas terhadap warga Palestina yang hidup di sekitar pemukiman di Tepi Barat," kata Dubes Zuhair dalam wawancara khusus dengan MNC Portal Indonesia.

Konflik antara Hamas dan Israel pecah pada 10 Mei setelah faksi yang menguasai Gaza itu menembakkan ribuan roket ke Yerusalem dan beberapa wilayah Israel lainnya. Aksi itu dilakukan sebagai tanggapan atas kekerasan dan pengusiran warga Palestina di Sheikh Jarrah, Yerusalem oleh Israel.

Israel membalas tembakan roket Hamas dengan ratusan serangan udara ke Gaza, menimbulkan kerusakan dan korban jiwa.

BACA JUGA: Ini Langkah Pemerintah Indonesia Dukung Pembangunan Palestina Usai Diserang Israel

Kekerasan yang terjadi itu menewaskan setidaknya 170 warga Palestina di Gaza, banyak di antaranya adalah anak-anak. Sementara setidaknya 12 orang tewas di pihak Israel.

Setelah 11 hari konflik, kedua belah pihak akhirnya menyepakati gencatan senjata pada 21 Mei 2021.

Dubes Zuhair mengatakan konflik besar ini tidak bisa dikatakan baru terjadi di masa pemerintahan Joe Biden. Menurutnya, Israel telah melakukan berbagai tindakan yang dapat memicu konflik.

"Ini adalah mentalitas Israel. ini yang mereka yakini. Mereka tidak mau menciptakan perdamaian di Tanah Suci (Palestina)," katanya.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini