Dubes Palestina: Pemerintahan Baru Israel Tidak Ada Bedanya

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 10 Juni 2021 08:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 10 18 2422793 dubes-palestina-pemerintahan-baru-israel-tidak-ada-bedanya-N7Hq2EVKQT.jpeg Duta Besar Palestina untuk Indonesia Zuhair Al-Shun dalam wawancara khusus dengan MNC Portal Indonesia. (Foto: Heru/Okezone)

JAKARTA - Pemerintahan koalisi baru Israel dinilai tidak akan membawa perubahan pada nasib rakyat Palestina dan perjuangan bangsa itu untuk mencapai kemerdekaannya, demikian disampaikan Duta Besar Palestina Zuhair Al-Shun.

Pekan lalu, kubu oposisi Israel yang dipimpin oleh Kepala Partai Yesh Atid, Yair Lapid berhasil membentuk pemerintahan baru guna menggulingkan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu yang telah lebih dari satu dekade berkuasa di Negara Zionis itu.

BACA JUGA: Oposisi Israel Umumkan Pemerintahan Baru, Siap Gulingkan Netanyahu

Lapid menjalin koalisi dengan tokoh nasionalis Israel Naftali Bennett. Koalisi itu juga menggandeng partai Arab Bersatu, yang mewakili minoritas Arab Israel.

Namun, Dubes Zuhair Al-Shun meyakini tidak akan ada perubahan dari pemerintahan baru ini. 

"Sama saja. Menurut keyakinan saya, sejak bertahun-tahun, pemimpin Israel selalu sama saja," kata Dubes Zuhair dalam wawancara khusus dengan MNC Portal Indonesia.

Menurutnya, pemerintahan baru tidak akan membawa perubahan bagi bangsa Palestina tanpa ada perubahan mentalitas di pihak Israel.

"Apakah mereka siap untuk mencipatakan perdamaian? itu pertanyaannya. Apakah mereka siap untuk menerima kami?"

"Pemimpin baru yang akan memimpin pemerintahan baru selalu mengatakan saya membunuh banyak warga Arab dan saya senang melakukannya. Jika Anda terus memiliki mentalitas seperti ini maka tidak akan pernah ada harapan," kata Dubes Zuhair.

BACA JUGA: Naftali Bennett, Calon Perdana Menteri Israel yang Tak Akui Adanya Negara Palestina

Naftali Bennett, tokoh nasionalis Israel yang akan menjabat sebagai perdana menteri pemerintahan baru itu, dikenal sebagai sosok yang memiliki pandangan sejalan dengan perdana menteri Israel saat ini, Benjamin Netanyahu.

Bennett yang pernah menjabat sebagai menteri pertahanan Israel mengakui bahwa dirinya tidak pernah mengakui adanya negara Palestina.

Dubes Zuhair berharap Amerika Serikat (AS) sebagai sekutu dekat Israel akan dapat memberikan pengaruh lebih banyak kepada pemerintahan Zionis untuk mendorong terwujudnya Solusi Dua Negara.

"Saya harap AS bisa memberikan pengaruh lebih banyak (kepada Israel). Begitu juga dengan negara Eropa. Jika mereka siap bersama Amerika maka semuanya bisa dilakukan," pungkasnya.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini