Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Buruh Anak Meningkat Akibat Pandemi Covid-19, Ini Cerita Mereka

Agregasi BBC Indonesia , Jurnalis-Sabtu, 12 Juni 2021 |16:04 WIB
Buruh Anak Meningkat Akibat Pandemi Covid-19, Ini Cerita Mereka
Foto: UNICEF.
A
A
A

Setelah lockdown diangkat, keluarga Imran bersatu kembali dan tinggal di rumah satu kamar di tengah daerah kumuh padat penduduk di ibu kota. Namun Imran tidak kembali bersekolah.

"Sekarang saya bangun tidur sekitar jam 7 pagi, cuci muka, makan, dan bekerja di toko. Saya mulai bekerja jam 9 pagi dan pulang jam 10 malam. Saya tidak suka bekerja, meskipun semua orang di toko memperlakukan saya dengan baik. Tidak ada anak-anak seusia saya di toko."

'Ini mengubah hidup saya'

"Kita kewalahan dalam upaya melawan perburuhan anak, dan tahun lalu tidak membuat upaya itu jadi lebih mudah," kata Direktur Eksekutif Unicef Henrietta Fore.

Namun potensi dampak pandemi dapat dicegah jika pemerintah menerapkan kebijakan yang tepat, kata laporan ILO/Unicef itu.

Tunjangan anak, peningkatan investasi dalam pendidikan, mengirim anak-anak kembali ke sekolah, dan mendorong pekerjaan yang lebih baik bagi orang dewasa (sehingga keluarga tidak harus mengandalkan anak-anak untuk menambah pendapatan mereka) dapat memberi dampak dan membantu membalikkan tren tersebut.

Di sejumlah tempat, intervensi yang dilakukan secara lokal mulai membuahkan hasil yang baik bagi beberapa anak.

Bagaimanapun, jika kebijakan lebih lanjut tidak diambil, diperkirakan bahwa hampir 50 juta anak lagi akan menjadi buruh anak pada akhir 2022, menurut laporan Unicef-ILO.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement