Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Prabowo Tegaskan Strategi Pertahanan Indonesia: Tak Menyerang dan Invasi Negara Lain

Riezky Maulana , Jurnalis-Minggu, 13 Juni 2021 |15:02 WIB
Prabowo Tegaskan Strategi Pertahanan Indonesia: Tak Menyerang dan Invasi Negara Lain
Menhan Prabowo (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto menegaskan bahwasanya strategi pertahanan Indonesia menganut sistem defensif. Hal itu berarti Indonesia tak akan mengancam dan mengancam negara manapun.

Hal itulah yang menurut Prabowo membuat Indonesia disegani oleh negara lain. Mulanya, Prabowo ditanya oleh Deddy Corbuzier terkait dengan perbandingan rencana anggaran Alpalhankam Indonesia yang selama 25 Tahun hanya berjumlah Rp1.760 Triliun.

Deddy pun membandingkannya dengan negara Amerika Serikat yang nominalnya berkali-kali lipat ketimbang Indonesia. Disebut Deddy, jumlah yang dianggarkan Amerika Serikat mencapai 600 Miliar Dolar.

"Kita kan tidak ada niat untuk invasi apapun. Itu yang saya tegaskan dimana-dimana, itu yang disukai tetangga kita. Indonesia tradisi kita, dan doktrin kita, wawasan pertahanan kita adalah defensif," beber Prabowo.

Dia menjelaskan, Indonesia akan melakukan perlawanan jika dirasa ada negara atau pihak lain yang mengancam kedaulatan negara atau berupaya menjajah kembali Indonesia. Sekali lagi, Prabowo menegaskan Indonesia enggan menginvansi atau menjajah negara manapun.

"Kita akan membela diri kalau kita diserang, kita akan mempertahankan kemerdekaan kalau kita mau dijajah kembali. Tapi kita tak mau menjajah dan menyerang," paparnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement