Maraknya Penembakan Massal Picu Ketakutan di AS Jelang Musim Panas

Agregasi VOA, · Senin 14 Juni 2021 06:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 14 18 2424620 maraknya-penembakan-massal-picu-ketakutan-di-as-jelang-musim-panas-eku0L2KiUh.jpg Penembakan massal marak di AS (Foto: Reuters)

Tetapi tingkat serangan itu masih lebih tinggi dibanding masa sebelum pandemi, termasuk di kota-kota yang menolak memangkas anggaran bagi kepolisian pasca kematian George Floyd dan kota-kota yang telah melakukan pemangkasan anggaran secara moderat.

Melacak naik turunnya kejahatan selalu rumit, tetapi kejahatan dengan kekerasan biasanya meningkat pada bulan-bulan pada musim panas. Saat akhir pekan – malam dan dini hari – pada umumnya merupakan waktu terjadinya penembakan.

Banyak jenis kejahatan yang memang menurun pada tahun 2020 dan tetap rendah tahun ini, menunjukkan bahwa pandemi dan kegiatan serta kerusuhan yang dipicu oleh tanggapan terhadap kematian George Floyd tidak mengarah pada lonjakan kejahatan secara keseluruhan.

Menurut bank data yang disusun kantor berita Associated Press, USA Today dan Northeastern University, hanya ada tiga penembakan yang terjadi di tempat umum dari total 19 penembakan massal pada tahun 2020. Jumlah itu merupakan yang terendah untuk kategori ini dalam satu dekade.

Insiden penembakan yang dikategorikan penembakan massal adalah jika ada empat orang atau lebih yang tewas, tidak termasuk pelaku.

Berdasarkan defisini itu ada 17 penembakan massal, 16 di antaranya terjadi tahun ini, ujar James Alan Fox, seorang kriminolog dan profesor di Universitas Northeastern.

The Gun Violence Archive – yang memonitor laporan media dan polisi untuk melacak kekerasan dengan senjata api – mendefinisikasi penembakan massal ketika ada sedikitnya empat korban penembakan, baik yang meninggal maupun luka-luka.

Secara keseluruhan sepanjang tahun ini sudah lebih dari 8.700 orang meninggal karena kekerasan dengan senjata api di Amerika.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini