Cerita Seorang Ibu Melahirkan di Taksi Online

Ali Masduki, Koran SI · Rabu 16 Juni 2021 16:20 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 16 519 2426192 cerita-seorang-ibu-melahirkan-di-taksi-online-Hk88EHM0Dc.jpg Seorang ibu melahirkan di taksi online (Foto : Istimewa)

MOJOKERTO - Subagyo (46), sopir taksi online, warga Griya Permata Meri, Kota Mojokerto tidak pernah menyangka mendapatkan pengalaman berharga dalam hidupnya. Di mana siang tadi, Rabu (16/6/2021), seorang penumpang perempuan melahirkan di dalam mobilnya.

Subagyo menceritakan kisahnya tersebut pada Daniel Lukas Rorong, Humas "Perhimpunan Driver Online Indonesia" (PDOI) Jawa Timur. Berawal saat Subagyo mendapatkan orderan dari titik penjemputan di Rumah Makan Dewi Sri di Desa Gayaman Kecamatan Mojoanyar Kabupaten Mojokerto pada pukul 10.27 WIB.

"Kebetulan, rumah penumpang di depan rumah makan tersebut," kata Subagyo.

Dari titik penjemputan di Rumah Makan Dewi Sri, tujuan pengantaran ke Rumah Sakit Kamar Medika di Kecamatan Magersari Kota Mojokerto. Jarak dari titik penjemputan menuju titik pengantaran sekitar 6,7 kilometer.

Mengetahui kondisi penumpangnya sedang hamil besar dan mengaku akan melahirkan, Subagyo lalu memacu kendaraannya cukup kencang. Berkali-kali dia membunyikan klaksonnya berharap agar mendapatkan jalan sambil berpesan pada penumpangnya agar terus membacakan shalawat dan doa-doa.

Tapi, baru separuh perjalanan, tiba-tiba sang ibu berteriak histeris dan tak lama kemudian bayinya lahir.

Subagyo pun semakin panik. Sesaat dia pun memilih menepikan mobilnya dan berhenti di pinggir jalan. "Tapi penumpang saya bilang, terus saja, pak, menuju rumah sakit", ujar Subagyo menirukan perkataan penumpangnya tersebut yang saat itu didampingi suaminya.

Meski agak panik, Subagyo tetap mencoba fokus mengendarai mobilnya agar cepat sampai ke Rumah Sakit Kamar Medika sehingga ibu dan bayi yang melahirkan di dalam mobilnya bisa cepat ditangani.

Setelah sampai, tanpa pikir panjang Subagyo langsung berlari ke dalam Instalasi Gawat Darurat (IGD) untuk meminta tenaga medis segera menolong ibu yang baru melahirkan dan bayinya.

Mengingat kondisi yang tidak memungkinkan, akhirnya petugas medis Rumah Sakit Kamar Medika memutuskan untuk memberikan pertolongan pertama berupa pemotongan tali pusar bayi dan lain sebagainya.

Setelah tali pusar bayi terpotong dan kondisi ibu sudah dalam kondisi stabil, akhirnya petugas medis membawa masuk ibu dan bayinya ke dalam rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.

Selama menunggu proses tersebut dilakukan di dalam mobilnya, Subagyo terus berdoa dan sesekali memotret momen tersebut memakai handphonenya yang digunakan untuk menerima orderan.

Baca Juga : Ribuan Warga Batam Berdesakan Demi Dapat Vaksin Covid-19

Setelah penumpangnya tersebut dibawa masuk ke dalam, suami penumpang tersebut yang ikut mendampingi lalu memberikan ongkos pengantaran.

Di aplikasi tercantum untuk biayanya 30 ribu. Namun suami penumpang tersebut malah memberikan uang sebesar Rp200 ribu.

"Awalnya, saya sempat menolak dan memberikan kelebihan ongkos tersebut. Namun kata suami penumpang tersebut, ambil saja, pak. Anggap saja rezeki dan ucapan terima kasih kami karena sudah mengantarkan sampai di rumah sakit," kata Subagyo menirukan perkataan sang suami ibu tersebut.

Setelah itu, Subagyo meninggalkan lokasi dan mencari tempat sepi untuk membersihkan mobilnya yang terkena air ketuban, darah dan bekas-bekas proses persalinan di dalam mobilnya.

Subagyo mengaku tidak masalah dengan kondisi mobilnya tersebut. Dia mengaku bersyukur bisa membantu dan menjalankan profesinya sebagai driver taksi online dengan baik.

Subagyo yang sudah menjalankan profesinya sebagai driver taksi online sejak 2017 lalu ini juga tudak tahu jenis kelamin bayi penumpangnya tersebut.

"Saya tidak sempat tanya. Yang terpenting, Alhamdulilah, ibu dan bayi tersebut dalam kondisi selamat serta sehat wal'afiat," ungkap Subagyo yang memperkirakan usia pasutri tersebut masih 25 tahunan.

Daniel Lukas Rorong, Humas "Perhimpunan Driver Online Indonesia" (PDOI) Jawa Timur yang membagikan kisah ini secara pribadi dan atas nama organisasi mengucapkan terima kasih atas dedikasi Subagyo, driver taksi online Mojokerto tersebut.

Daniel juga berharap agar rekan-rekan driver taksi online tetap menjalankan profesinya tersebut dengan mengutamakan motto "Melayani Sepenuh Hati" dan berharap agar pandemi ini segera berlalu

Mengingat pendapatan yang diperoleh rekan-rekan driver taksi online menurun selama masa pandemi ini.

Daniel juga berpesan agar rekan-rekan driver online tetap menjalankan protokol kesehatan dengan senantiasa memajai masker, menyediakan hand sanitizer dan sering-sering cuci tangan. Jangan lupa juga istirahat dan teratur menjaga pola makan.

"Kalau kondisi tubuh lelah, lebih baik istirahat sejenak. Dan hindari kebiasaan bergerombol saat menunggu orderan," pesan Daniel.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini