Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Covid di Indonesia: Lonjakan Kasus, Hoaks dan Apatisme Masyarakat Belum Percaya 100%

Agregasi BBC Indonesia , Jurnalis-Kamis, 17 Juni 2021 |09:46 WIB
Covid di Indonesia: Lonjakan Kasus, Hoaks dan Apatisme Masyarakat Belum Percaya 100%
Warga menangis saat salah satu anggota keluarganya dimakamkan setelah meninggal akibat Covid-19, di Bandung. (Foto: Antara)
A
A
A

"Dikatakan percaya, ya belum percaya 100%, soalnya tidak percayanya di daerah saya itu nggak ada yang kena corona," katanya kepada wartawan di kota Pamekasan, Madura, Mustopa, yang melaporkan untuk BBC News Indonesia, Rabu.

Ditanya bukankah sudah banyak yang terpapar dan meninggal, Zaini mengatakan, "Itu kan cuma berita."

Dia kemudian mengaku membaca berita tentang beberapa kasus kematian karena Covid di kota Bangkalan.

"Tapi kalau di daerah saya, enggak ada (yang meninggal karena corona), jadi saya nggak percaya penuh".

Saat ditemui di salah-satu sudut keramaian di kota Pamekasan, Zaini tak mengenakan masker. 

"Kalau di daerah saya enggak ada orang yang pakai masker. Kalau masuk ke kota (Pamekasan) itu sudah aturan negara, dipakai maskernya, takut disetop, ditilang," ungkapnya. 

Dia mengaku selama menjajakan jualannya tidak pernah mengenakan masker, meskipun sudah berulangkali diminta oleh petugas agar mengenakannya. "Kalau disuruh, saya baru pakai. Sering saya diimbau di lampu merah."

Tidak semua warga bersikap dan berperilaku seperti Zaini. Seorang warga asal kota Sampang, Zahrotul Laily, yang berusia 24 tahun, mengaku meyakini Covid-19 itu nyata.

Dia mengenakan masker saat ditemui. "Selain karena Covid-19, saya sudah biasa pakai masker untuk menghindari polusi udara," ujarnya.

(Qur'anul Hidayat)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement