WHO: Vaksin Covid-19 Hampir Habis di Negara-Negara Miskin

Susi Susanti, Koran SI · Selasa 22 Juni 2021 06:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 22 18 2428829 who-vaksin-covid-19-hampir-habis-di-negara-negara-miskin-2Mqa1DyUAl.jpg Pemberian vaksin Covid-19 melalui program Covax (Foto: Reuters)

JENEWABadan Organisasi Dunia (WHO) mengatakan sejumlah besar negara miskin yang menerima vaksin Covid-19 melalui skema pembagian global tidak memiliki cukup dosis untuk melanjutkan program.

Penasihat senior WHO Dr Bruce Aylward mengatakan pemberian vaksin Covid-19 untuk negara miskin melalui program Covax telah mengirimkan 90 juta dosis ke 131 negara.

Tetapi jumlah ini tidak cukup untuk melindungi populasi dari virus yang masih menyebar di seluruh dunia.

Pada briefing WHO di Jenewa, Swiss, pada Senin (21/6), Dr Aylward mengakui tingkat kekurangan tersebut secara gamblang.

Dari 80 negara berpenghasilan rendah yang terlibat dalam Covax, "setidaknya setengah dari mereka tidak memiliki cukup vaksin untuk dapat mempertahankan program mereka saat ini,” terang Dr Aylward.

(Baca juga: Turki Ingin Berperan di Afghanistan Setelah Penarikan Pasukan AS)

“Jika kita melihat apa yang kita dengar dari negara-negara setiap hari, lebih dari setengah negara telah kehabisan stok dan menyerukan vaksin tambahan. Namun pada kenyataannya mungkin jauh lebih tinggi,” jelasnya.

Dia mengatakan beberapa negara telah mencoba membuat pengaturan alternatif untuk mengakhiri kekurangan, dengan konsekuensi yang keras, seperti membayar di atas nilai pasar untuk vaksin.

Kekurangan terjadi ketika beberapa negara di Afrika melihat gelombang infeksi ketiga.

(Baca juga: Usai Hengkang, Duta Besar AS Akan Kembali ke Moskow Pekan Ini)

Pada Senin (21/6), Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa menyerukan diakhirinya penimbunan vaksin oleh negara-negara kaya ketika pemerintahnya berjuang untuk mengekang peningkatan tajam dalam kasus.

Ramaphosa mengatakan pada tingkat benua, sejauh ini hanya 40 juta dosis telah diberikan di Afrika - kurang dari 2% dari populasi.

Untuk mengatasi hal ini, dia mengatakan pemerintahnya bekerja sama dengan Covax untuk membuat pusat regional untuk memproduksi lebih banyak vaksin di Afrika Selatan.

Covax dibuat tahun lalu untuk memastikan dosis Covid-19 tersedia di seluruh dunia, dengan negara-negara kaya mensubsidi biaya untuk negara-negara miskin.

Dipimpin oleh WHO dan organisasi internasional lainnya, Covax awalnya menetapkan target untuk menyediakan dua miliar dosis di seluruh dunia pada akhir tahun 2021.

Sebagian besar disumbangkan ke negara-negara miskin, di mana Covax berharap dapat mendistribusikan cukup vaksin untuk melindungi setidaknya 20% populasi.

Namun, distribusi vaksin ini terhambat oleh penundaan produksi dan gangguan pasokan, yang menyebabkan kekurangan di negara-negara yang sepenuhnya bergantung pada Covax.

Uganda, Zimbabwe, Bangladesh dan Trinidad dan Tobago hanyalah beberapa negara yang telah melaporkan kehabisan vaksin dalam beberapa hari terakhir.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini