Viral, Pendaki Berhubungan Seks di Ketinggian 1.981 Meter di Atas Gunung

Susi Susanti, Koran SI · Selasa 22 Juni 2021 13:19 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 22 18 2429021 viral-pendaki-berhubungan-seks-di-ketinggian-1-981-meter-di-atas-gunung-ZjOuMsfmN3.jpg Pendaki gunung terekam kamera berhubungan seks di atas gunung (Foto: Newsflash)

AUSTRIA - Sepasang kekasih tertangkap kamera sedang berhubungan seks di ketinggian 6.500 kaki (1.981 meter) dengan 'webcam' panorama yang mengambil bidikan setiap 20 menit.

Kamera di Pegunungan Nock, yang merupakan pegunungan paling barat dan tertinggi dari Gurktal Alps di Austria, merekam dua pendaki gunung yang sedang berhubungan seks awal bulan ini dan langsung menjadi viral.

Tidak terganggu oleh udara pegunungan yang sejuk di taman nasional di negara bagian Carinthia, pasangan tak dikenal itu memutuskan untuk tidur siang secara spontan, yang segera berubah menjadi momen yang agak erotis di antara mereka.

Keduanya awalnya duduk bersebelahan dan menikmati pemandangan romantis di luar garis pohon sebelum kamera menangkap mereka berbaring telanjang dan melakukan hubungan seks ekitar pukul 12.20 waktu setempat.

(Baca juga: Pedofil Akan Miliki Tanda 'Stempel Bahaya' di SIM dan Paspor)

Video rekaman mereka sempat menghilang dari pandangan webcam hanya 20 menit kemudian pada pukul 12.40, tetapi menjadi viral di internet beberapa hari kemudian.

Perangkat lunak itu gagal menyadari bahwa privasi mereka dilanggar karena gambar-gambar itu diposting secara online. Sebagai informasi, mengambil gambar di luar dan membagikannya bertentangan dengan hukum Austria.

Di Austria, rekaman apa pun di tempat umum diatur dengan ketat dan dalam banyak kasus dilarang dengan denda berat untuk pelanggaran apa pun.

(Baca juga: PBB Usul Great Barrier Reef Australia Masuk Daftar 'Dalam Bahaya')

Ronald Schellander, dari perusahaan WMS (WebMediaSolutions), menjelaskan bahwa kamera panorama dan cuaca tidak dianggap sebagai kamera pengintai karena tidak mengirimkan rekaman secara terus-menerus.

Dia menambahkan bahwa jenis sistem pemantauan ini biasanya mengambil foto resolusi tinggi beberapa kali per hari dan menyatakan keprihatinannya pada situasi yang tidak nyaman terkait gambar intim yang dipublikasikan.

"Pada dasarnya, kami memposisikan kamera sedemikian rupa sehingga tidak ada orang yang dapat dikenali karena resolusi kamera atau jarak,” terang Schellander.

Dia mengatakan biasanya mereka akan menggunakan perangkat lunak untuk memastikan wajah orang-orang menjadi piksel, dan tidak ada yang melanggar privasi siapa pun yang dipublikasikan.

Namun, tampaknya perangkat lunak tidak berhasil menandai gambar-gambar ini, mungkin karena wajah pasangan itu tidak dapat dilihat.

Menurut media lokal TAG24 ada papan informasi di Nockalm Road (yang mengarah ke taman nasional) yang menunjukkan bahwa area tersebut tertutup oleh kamera.

Tidak ada informasi lebih lanjut tentang siapa pasangan itu dan apakah pasangan itu melewatkan tanda itu dan tidak menyadari kemungkinan direkam.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini