Gedung Runtuh, 1 Tewas, 100 Orang Belum Ditemukan

Susi Susanti, Koran SI · Jum'at 25 Juni 2021 07:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 25 18 2430649 gedung-runtuh-1-tewas-100-orang-belum-ditemukan-hz45louWKi.jpg Gedung runtuh, 1 tewas, 100 orang belum ditemukan (Foto: Tangkapan layar video CNN)

FLORIDA - Upaya pencarian dan penyelamatan intensif akan berlanjut sepanjang malam setelah bagian dari bangunan tempat tinggal 12 lantai runtuh pada Kamis (24/6) pagi waktu setempat di kota Surfside, Florida Selatan, menewaskan sedikitnya satu orang dan menyebabkan hampir 100 orang belum ditemukan.

Para pejabat mengatakan sekitar 55 dari 136 unit di Champlain Towers South runtuh sekitar pukul 01:30 pagi waktu setempat, menyebabkan tumpukan besar puing-puing dan material yang menggantung dari apa yang tersisa dari struktur di komunitas tepi pantai beberapa mil di utara Miami Beach.

Menurut juru bicara Polisi Miami-Dade, Alvaro Zabaleta, setidaknya 99 orang belum ditemukan hingga Kamis (24/6) sore waktu setempat.

Walikota Miami-Dade County Daniella Levine Cava mengatakan setidaknya satu orang tewas dan total 102 orang masih terus dicari. Walikota mengatakan penyebab runtuhnya bangunan tersebut belum diketahui.

(Baca juga: Pendeta Gereja Ortodoks Masuk Rumah Sakit Jiwa Usai Siram Air Keras ke Uskup)

Asisten Kepala Penyelamatan Kebakaran Miami-Dade Ray Jadallah mengatakan dua orang telah ditarik dan diselamatkan dari puing-puing, tanpa membahas kondisi medis mereka.

Jadallah mengatakan selain dua orang yang ditarik dari puing-puing, 35 lainnya telah dibantu dari bagian bangunan yang berdiri.

Jadallah mengatakan kepada wartawan pada konferensi pers sore jika kru pencarian dan penyelamatan sedang bekerja di area garasi parkir di bawah reruntuhan.

Dia mengatakan tim telah menggunakan anjing pencari, sonar, dan kamera di atas puing-puing, tetapi garasi memiliki akses yang lebih baik ke tempat-tempat yang mereka butuhkan untuk mulai memotong material dan melakukan tindakan pencarian lainnya, membuat terowongan untuk menjangkau orang yang terperangkap. Mereka tidak dapat menemukan lubang di puing-puing dari atas.

(Baca juga: Korut: Pertemuan dengan AS Hanya Buang-Buang Waktu)

Namun, saat malam menjelang, beberapa pekerja berhelm terlihat dari helikopter WPLG afiliasi CNN di tepi puing-puing, mencari puing-puing dan memindahkan batu, kayu, dan kasur.

Operasi akan berlangsung sepanjang malam dan tim baru akan datang di pagi hari.

Wakil Ketua Komisi Wilayah Oliver Gilbert menggelar konferensi pers pada Kamis (24/6) sore dan meminta semua orang berdoa.

"Saya harus memohon kepada semua orang: Berdoa saja,” ujarnya.

Marsekal Pemadam Kebakaran Negara Bagian Jimmy Patronis pada Kamis (24/6) sore mengatakan pekerja darurat mendengar suara dari puing-puing sebelumnya. Salah satunya adalah suara dari seseorang di area garasi parkir yang sulit dijangkau.

"Ini semacam hit atau miss," katanya.

"Anda masuk ke zona di mana Anda begitu bersemangat dan begitu fokus dan bertekad untuk memastikan Anda melakukan segala yang mungkin untuk menyelamatkan hidup dalam acara seperti ini,” lanjutnya.

Sementara itu, seorang saksi mengatakan tim penyelamat membantu seorang anak laki-laki dari puing-puing dan selamat. Video menunjukkan responden membantu orang lain meninggalkan bagian bangunan yang berdiri, kadang-kadang menggunakan ember di atas tangga truk pemadam kebakaran.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini