"Ini mengingat angka penularan Covid-19 di DIY yang terjadi masih sangat tinggi Rt (angka reproduksi efektif) dalam interval 1-4 dan belum menunjukkan tanda-tanda puncak baru," kata dia.
Perhitungan tersebut, lanjut Budhi, didasarkan histori data sebelumnya yang tidak menerapkan kebijakan lockdown atau hanya intervensi PPKM. Makanya, lanjut Budhi pada Maret penyebaran Covid-19 di DIY bisa melandai. "Seperti yang saya sampaikan PPKM hanya bisa mengontrol bulan dari Januari - Maret, setelah itu sudah tidak efektif lagi, karena daya kejutnya sudah habis," kata Budhi.
Sementara, lockdown akan lebih efektif. Budhi menyebut lockdown bisa melandaikan kasus Covid-19 lebih cepat dari perkiraan 9 September. "Atau perkiraan hanya butuh waktu 23 hari dari sekarang atau 17 Juli kasus Covid-19 sudah bisa melandai," ujar dia.
Jika kebijakan PSBB yang diambil, lanjut Budhi, maka waktu yang dibutuhkan untuk menurunkan kasus diperkirakan 47 hari dari sekarang. "Kalau PSBB yang diambil, bisa lebih cepat 40% menurunkan kasus, lebih cepat 31 hari dibandingkan PPKM atau perkiraan butuh 9 Agustus kasus sudah bisa melandai," katanya.
Dari berbagai skenario itu, Budhi memberikan catatan yang harus menjadi perhatian. Estimasi tersebut bisa lebih panjang karena tantangannya saat ini berbeda. Masyarakat saat ini menghadapi varian delta yang menyebabkan level transmisi komunitas (CT) banyak yang menyentuh level CT3 dan CT4.
"Selain itu, penerapan prokes menurun, masih tidak ada sanksi tegas, dan kebijakan-kebijakan lainnya yang kurang tepat untuk menekan angka penularan. Data saintifik akan konsisten (sementara) kebijakan yang tidak konsisten," ujarnya.
(Sazili Mustofa)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.