BOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor sedang menyiapkan tempat isolasi pasien Covid-19 berbasis masyarakat. Hal tersebut sebagai salah satu langkah mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19.
"Sebagai antisipasi perintah dari Pak Wali Kota kami menyusun, membuat atau mencari tempat isolasi berbasis masyarakat," kata Sekertaris Daerah (Sekda) Kota Bogor Syarifah Sofiah, dikutip dari kanal Youtube Pusdalops BNPB dalam Rapat Koordinasi Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Minggu (27/6/2021).
Syarifah mengatakan, ada beberapa opsi atau pilihan yang akan digunakan sebagai tempat isolasi pasien Covid-19 berbasis masyarakat. Mulai dari aula hingga indekos di tingkat kelurahan maupun kecamatan.
"Kami mencoba kekuatan sendiri tempat-tempat yang ada berbasis masyarakat. Jadi sudah mulai melihat tempat kost yang kosong, kemudian juga beberapa aula di desa, kelurahan dan sebagainya. Itu sebagai cadangan apabila kita tidak mendapat tempat (isolasi) lagi, jadi berbasis masyarakat," ucapnya.
Baca Juga : Pegawai Positif Covid-19, Kantor Kecamatan Ciampea Bogor Tutup
Sejauh ini, kata dia, Pemkot Bogor sedang mencari tempat Diklat milik Kementerian untuk dijadikan tempat isolasi tambahan. Namun, mayoritas tempat itu sudah digunakan oleh kementerian terkait.
"Kemudian kami sedang mencoba untuk mencari pusat isolasi nonrumah sakit. Jadi ini kami sudah mendatangi tempat-tempat Diklat karena di Kota Bogor dan Kabupaten sebetulnya tempat Diklat dari beberapa Kementerian. Jadi kami sudah ke Kementrian BKN, Kementan dan sebagainya tapi rata-rata Diklat itu sudah digunakan untuk kegiatan Diklat di masing-masing kementerian," tutur Syarifah.
Karena itu, Pemkot Bogor mengalami kesulitan menyiapkan tempat isolasi tambahan nonrumah sakit guna mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19.
Baca Juga : Pasien Covid-19 Membeludak, Hidayat Nur Wahid Dukung Asrama Haji Jadi Tempat Isolasi
"Kami kesulitan untuk di Kota Bogor mencari tempat-tempat Diklat untuk pusat isolasi. Yang ada sekarang pun ada 100 bed itu kami gunakan milik BPKP di ciawi itu sudah (hampir) full karena kapsitasnya sudah 73 persen. Kemudian kami antisipasi lagi mencari tempat isolasi yang lain namun terkahir kami komunikasi dengan IPB untuk menggunakan asrama IPB mudah-mudahan terlaksana," tuturnya.
(Erha Aprili Ramadhoni)