Selain warung kopi legendaris itu, di Lasem juga dikenal istilah kopi lelet.
Suatu ketika sekitar tahun 1960-an awal di saat santai ngopi, Wak Mudi iseng mencoreng-coreng batang rokoknya dengan memakai letekan atau sisa ampas kopi ke batang rokoknya.
Ia ditegur oleh mbah Jarum salah satu temannya asal desa Tulis. “Lho Mud… rokok kok mok leleti letekan kopi iku karepmu piye?.... (lho rokok kok kamu leleti ampas kopi, itu bagaimana?)".
Wak Mudi membalas dengan tertawa.
Begitu seterusnya, setiap hari setiap ngopi rokok selalu dilelet dengan sisa kopi dan tidak disangka kebiasaan itu ditiru oleh pemuda dan orang tua saat itu .
Hal itu berlanjut terus menerus hingga sampai sekarang bahkan sampai saat ini .
"Kebiasaan ngelelet rokok menjadi ngetrend di masyarakat kota Lasem bahkan sudah menyebar di luar kota Lasem," ungkapnya.
(Fakhrizal Fakhri )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.