JAKARTA - Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mengungkapkan ada tiga provinsi yang berkontribusi terjadinya gelombang kedua Covid-19 di Tanah Air.
“Jika dilihat lebih dalam pada tingkat provinsi, maka tiga provinsi yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Disusul Jawa Timur, sama-sama berkontribusi besar pada kenaikan kasus baik pada puncak pertama maupun puncak kedua,” kata Wiku dalam keterangan yang diterima, Rabu (30/6/2021).
“Adapun Sulawesi Selatan yang turut berkontribusi pada puncak pertama, tidak kembali berkontribusi di puncak kedua dan posisinya digantikan oleh Daerah Istimewa Yogyakarta,” tambahnya.
Wiku mengatakan penting untuk diperhatikan bahwa tiga provinsi di Pulau Jawa ini, konsisten menjadi penyumbang tertinggi pada kedua puncak kasus yang terjadi sepanjang pandemi. “Tentu, segala upaya penanganan yang dilakukan oleh pemerintah tidak akan efektif bila masyarakat abai dan lengah menjaga dirinya dari potensi tertular dan menularkan orang lain,” katanya.
Baca juga: PPKM Darurat: Mal dan Restoran Tutup Pukul 5 Sore
“Masyarakat, terutama di ketiga Provinsi ini harus berkontribusi dalam menekan lonjakan kasus Covid-19. Upaya penanganan adalah upaya kolektif. Untuk itu, inisiatif masyarakat dalam menekan dan mengendalikan kasus menjadi sangat penting,”ungkap Wiku.
“Jika terpapar, mengalami gejala Covid atau memiliki kerabat yang terkena Covid, jujurlah dengan segera melapor kepada ketua RT setempat agar segera ditindaklanjuti oleh Puskesmas. Jangan khawatir jika petugas tracing datang untuk melacak kontak erat, dan jangan takut di-swab karena hal ini perlu dilakukan agar kasus positif ditangani dengan cepat sehingga tidak bertambah parah,” tegas Wiku.
Baca juga: Indonesia Dihantam Gelombang Kedua Covid-19, Satgas: Kenaikan Kasus Capai 381%
Wiku juga meminta agar masyarakat juga harus terus meningkatkan kedisiplinan protokol kesehatan. “Jangan lengah dan abai, serta merasa aman karena sudah divaksin. Ini karena kekebalan komunitas baru dapat tercapai apabila vaksinasi telah mencakup 70% populasi,” katanya.