Miliarder Ini Janji Bangun Jembatan Layang yang Runtuh yang Tewaskan 26 Orang, Secara Gratis

Susi Susanti, Koran SI · Kamis 01 Juli 2021 10:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 01 18 2433663 miliarder-ini-janji-bangun-jembatan-layang-yang-runtuh-yang-tewaskan-26-orang-secara-gratis-DZ4OygysvI.jpg Jembatan layang kereta api ambruk tewaskan 26 orang (Foto: Reuters)

MEKSIKO - Miliarder Meksiko Carlos Slim akan membayar semua biaya yang diperlukan untuk membangun kembali jalan layang kereta bawah tanah Mexico City, yang runtuh dan menewaskan 26 orang pada bulan lalu.

Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador mengatakan selama konferensi pers hariannya pada Rabu (30/6) jika dia bertemu dengan Slim, dan miliarder itu meyakinkan Presiden jika perusahaan konstruksinya "akan membayar semua" yang diperlukan untuk rekonstruksi jalan layang Subway Line 12 Mexico City.

"Dia akan mengurus rekonstruksi seluruh bentangan [jalur kereta bawah tanah], memastikan bahwa itu dilakukan dengan semua [tindakan] keamanan yang diperlukan tanpa biaya kepada orang-orang [Meksiko] dan tanpa meminta anggaran [pemerintah],” terang Obrador.

“Slim tidak akan menunggu yudisial (temuan investigasi akhir], dan akan mulai berkoordinasi dengan Walikota Mexico City Claudia Sheinbaum sehingga dalam setahun jalur itu akan dibuka dan beroperasi sekali lagi,” lanjutnya.

(Baca juga: Wanita yang Sebabkan Kecelakaan Tour de France Ditangkap, Terancam Penjara dan Denda Rp508 Juta)

Yayasan Carlos Slim menolak mengomentari pernyataan Lopez Obrador ketika dihubungi oleh CNN, seperti yang dilakukan otoritas Mexico City.

Seperti diketahui, lusinan orang kehilangan nyawa mereka ketika bagian tinggi Jalur 12 yang dikenal sebagai "Garis Emas" runtuh di Mexico City pada 3 Mei lalu.

Jalur kereta bawah tanah telah disebut-sebut sebagai salah satu proyek pekerjaan umum paling mahal dan ambisius dalam sejarah Meksiko ketika diresmikan pada Oktober 2012.

(Baca juga: Anak Alergi Parah, Warga Indonesia di AS Bangun Toko Kue Ramah Alergi)

Pemotongan pita yang dipublikasikan besar-besaran itu dihadiri oleh tokoh dan pejabat politik dan kekuasaan Meksiko pada saat itu. Termasuk presiden Felipe Calderon dan Marcelo Ebrard, yang saat itu berada di hari-hari terakhirnya sebagai Walikota Mexico City dan sekarang menjadi Menteri Luar Negeri.

Carlos Slim, pemilik salah satu perusahaan konstruksi yang terlibat, juga hadir.

Saat ini, penyelidikan independen sedang dilakukan perusahaan Norwegia DNV. Kantor kejaksaan setempat juga menyelidiki penyebab keruntuhan yang mematikan, serta mereka yang terlibat dalam proyek konstruksi, termasuk Slim sendiri.

Menurut temuan awal penyelidikan, pengelasan kancing logam yang kurang baik, yang tampaknya tidak terhubung dengan baik ke balok baja yang menopang pelat beton dan rel kereta yang ditinggikan, adalah di antara sejumlah masalah yang berkontribusi pada insiden 4 Mei.

Laporan itu mengatakan kancing logam yang hilang di beberapa bagian struktur, berbagai jenis beton yang digunakan untuk pelat dan sambungan yang belum selesai atau dilas yang buruk adalah beberapa faktor lain yang menyebabkan rel kereta api melengkung, membuat dua gerbong kereta bawah tanah jatuh ke jalan-jalan di bawah. .

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini