Kekacauan Terjadi di Bandara Ngurah Rai, Ratusan Penumpang Protes Aturan Vaksin

Bagus Alit, iNews · Senin 05 Juli 2021 11:27 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 05 244 2435595 kekacauan-terjadi-di-bandara-ngurah-rai-ratusan-penumpang-protes-aturan-vaksin-AZuPqNC1RW.jpg Penumpang di Bandara I Ngusti Ngurah Rai protes aturan vaksin (Foto: Bagus Alit)

BADUNG - Kekacauan terjadi di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali pada hari pertama pemberlakuan ketentuan baru perjalanan udara selama penerapan PPKM Darurat Jawa Bali. Di mana, setiap penumpang mewajibkan penerbangan keluar Pulau Bali wajib memiliki dokumen sertifikat vaksin Covid-19 minimal vaksin pertama.

Ratusan penumpang pesawat tujuan sejumlah kota-kota besar harus menelan kekecewaan karena gagal terbang setelah tak mampu memenuhi syarat mendapat layanan vaksin di Bandara Ngurah Rai.

Baca Juga:  Saat Ganjar Menolak Ditraktir Wali Kota dan Pilih Makan Bekal dari Istri di Pinggir Jalan

Sejak pagi hari, ratusan penumpang pesawat telah memenuhi area terminal kedatangan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali untuk mendapat layanan vaksin sebagai ketentuan baru perjalanan udara selama pemberlakuan PPKM Darurat Jawa Bali.

Namun, hingga siang hari belum ada tanda-tanda layanan vaksin akan dibuka. Hal ini membuat para penumpang menjadi gelisah. Kasie Angkutan Udara Kelaikan Udara, Kantor Otban Wilayah IV Puguh Lukito bersama pengelola Bandara Ngurah Rai dan pihak maskapai akhirnya menemui para penumpang untuk memberi penjelasan terkait syarat yang wajib untuk mendapat layanan vaksin di bandara.

Tak semua penumpang bisa mendapat layanan vaksin karena vaksinasi di bandara hanya diperuntukkan bagi penumpang yang memiliki H plus satu jelang penerbangan hal tersebut dilakukan sebagai antisipasi munculnya berbagai dampak lanjutan pasca penyuntikkan vaksin.

"Vaksinasi ada syarat dan ketentuannya tidak semua pelaku perjalanan bisa melakukan vaksinasi," ujar Puguh, Senin (5/7/2021).

Penumpang yang tak terima dengan kebijakan tersebut, tak henti-hentinya melontarkan kekecewaan kepada petugas. Sejumlah penumpang bahkan ingin menuntut kompensasi kepada pihak maskapai.

Akibat tak memiliki dokumen sertifikat vaksin Covid-19, puluhan penumpang dengan berbagai kota tujuan pun terancam tak bisa pulang ke daerahnya. Para penumpang berdalih tak memiliki dokumen vaksin minimal vaksin pertama karena di daerahnya kesulitan mendapat layanan vaksin menyusul minimnya dosis vaksin yang tersedia.

"Kebijakan dari pemerintah harus pakai surat vaksin, peraturan enggak jelas, saya nanya pihak Citilink iya pak benar. Saya belum vaksin, pertama saya domisili Surabaya, KTP Surabaya, saya kerja di bidang kesehatan, harusnya kan saya dapat vaksin di awal-awal, itu tapi saya ditolak, maka disitu saya sudah malas, ngapain ini bisnis," ujar Andre Emmanuel.

Baca Juga:  Tinjau Macet di Kalimalang, Pangdam Jaya: Banyak Perusahaan Tak Taati Aturan WFH

Sebagai bagian dari penerapan PPKM Darurat Jawa Bali terhitung mulai Senin 5 Juli 2021 pengelola Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali mulai memberlakukan ketentuan baru perjalanan udara berdasarkan surat edaran Kementerian Perhubungan Nomor SE 45 Tahun 2021. Setiap calon penumpang penerbangan antar bandara di Pulau Jawa, penerbangan dari atau ke bandara di Pulau Jawa dan penerbangan dari atau ke bandara di Pulau Bali, wajib memiliki dokumen sertifikat vaksin Covid-19 pertama serta surat keterangan hasil tes negatif RT-PCR memiliki barcode yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2x24 jam sebelum keberangkatan dan mengisi e-hac Indonesia.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini