Keberanian-Mu ‘mempermalukan’ lelaki Nusantara.
Pada suatu hari,
Saya melihat kamu dari dekat.
Elegan, tegas, berani, keras kepala naudzubillah dan meledak tanpa pendahuluan.
Aku saksi kesaktian-Mu, ketika mangsamu belum siuman, kamu sudah tersenyum dan ajak ngobrol lagi.