Share

Pihak Berwenang Dituduh Lalai karena Sebabkan Polusi Usai Kebakaran Gereja Katedral Notre-Dame

Susi Susanti, Koran SI · Rabu 07 Juli 2021 09:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 07 18 2436742 pihak-berwenang-dituduh-lalai-karena-sebabkan-polusi-usai-kebakaran-gereja-katedral-notre-dame-mSTTR6p8d1.jpg Gereja Katedral Notre Dame kebakaran pada 2019 (Foto: Reuters)

PARIS - Pihak berwenang Paris menghadapi tuntutan hukum atas ancaman kesehatan dari partikel timbal beracun yang dilepaskan selama kebakaran di Katedral Notre-Dame.

Ratusan ton timah hitam di dalam atap katedral meleleh selama kebakaran pada tahun 2019. Ini melepaskan partikel beracun ke udara, yang menetap di daerah setempat.

Sebuah gugatan menuduh pihak berwenang melakukan "kelalaian besar" karena membiarkan orang yang tinggal di kota terpapar zat berbahaya.

Pengacara untuk dua keluarga setempat, yang anak-anaknya diduga terpapar debu timbal di rumah dan sekolah mereka, bersama dengan asosiasi kesehatan dan serikat pekerja, mengatakan pihak berwenang membahayakan kehidupan dengan tidak bereaksi terhadap risiko keracunan timbal.

(Baca juga: Kanada Tunjuk Gubernur Jenderal Pribumi Pertama)

"Meskipun skala kebakaran dan pengetahuan tentang risiko polusi dan kontaminasi ... tidak ada tindakan pencegahan khusus yang diambil oleh pihak berwenang yang terlibat selama lebih dari tiga bulan setelah kebakaran," kata pengaduan hukum mereka, dikutip kantor berita AFP.

Sebanyak 400 ton timbal dilaporkan tersebar di ibu kota Prancis selama kebakaran pada 15 April 2019.

"Anak-anak (di tempat penitipan anak dan sekolah), tetangga dan pekerja jelas terpapar risiko paparan timbal," bunyi pengaduan itu.

(Baca juga: Wanita Ini Tewas Ditabrak Pesawat saat Potong Rumput)

"Fakta-fakta ini sama dengan kejahatan yang membahayakan nyawa orang lain,” lanjutnya.

Sebuah simulasi yang dilakukan pada tahun 2019 dilaporkan menemukan partikel telah menyebar hingga 50 km (31 mil) dari katedral.

Alun-alun di depan katedral, yang sedang dibangun kembali, ditutup kembali untuk umum pada Mei tahun ini setelah tes mengungkapkan konsentrasi tinggi partikel timbal beracun.

Beberapa bulan setelah kebakaran, pemerintah kota memerintahkan pembersihan sekolah di daerah dekat katedral, sementara anak-anak dan wanita hamil yang tinggal di dekatnya didesak untuk melakukan tes darah.

Pengaduan itu mengatakan kota itu, yang dijalankan oleh Walikota Sosialis Anne Hidalgo, menahan informasi dari direktur sekolah dan gagal bertindak cukup cepat. Kantor walikota tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Tuntutan ini juga menargetkan departemen kepolisian kota, kementerian kebudayaan dan otoritas kesehatan daerah.

Ini adalah tindakan hukum kedua terhadap pihak berwenang atas masalah timbal.

Presiden Prancis Emmanuel Macron telah berjanji untuk membangun kembali katedral pada 2024 mendatang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini