Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Misi Militer AS Berakhir 31 Agustus, Afghanistan Putuskan Masa Depan Sendiri

Antara , Jurnalis-Jum'at, 09 Juli 2021 |13:05 WIB
Misi Militer AS Berakhir 31 Agustus, Afghanistan Putuskan Masa Depan Sendiri
(Foto: Ant)
A
A
A

WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengumumkan misi militer AS di Afghanistan akan berakhir pada 31 Agustus 2021 dan meminta rakyat Afghanistan untuk menentukan masa depan mereka sendiri.

Biden mengatakan bahwa dia tidak akan melibatkan generasi Amerika lagi ke dalam konflik senjata yang telah berlangsung 20 tahun di negara itu.

Berbicara di Ruang Timur Gedung Putih, Biden mengatakan militer Afghanistan memiliki kemampuan untuk mengusir Taliban.

Dia menyangkal laporan intelijen AS yang memperkirakan pemerintah dukungan AS di Kabul akan runtuh dalam enam bulan, menyusul kekhawatiran terhadap munculnya perang saudara.


Baca juga: Duh! 12 Kapal Sitaan Kasus Asabri yang Dilelang Tidak Laku Dijual


Baca juga: Penuh, RSUD Papua Barat Setop Terima Pasien Covid-19

Biden menetapkan tanggal 31 Agustus untuk penarikan terakhir pasukan AS, di luar 650 tentara yang mengamankan kedutaan AS di Kabul, dan mengatakan ribuan penerjemah Afghanistan akan dipindahkan ke tempat yang aman.

Biden, yang dikenal skeptis dengan kehadiran AS di Afghanistan, mengatakan bahwa AS telah lama mencapai tujuannya menyerang negara itu pada 2001, yaitu untuk membasmi militan al-Qaeda dan mencegah serangan lain di AS seperti yang terjadi pada 11 September 2001.

Osama bin Laden, otak di balik serangan 11 September itu, terbunuh oleh pasukan AS di dekat Pakistan pada 2011. Biden berhati-hati untuk tidak mendeklarasi kemenangan dengan mengatakan "tidak ada misi yang selesai."

"Kami mencapai tujuan itu, itu sebabnya kami pergi. Kami tidak pergi ke Afghanistan untuk membangun bangsa. Dan itu adalah hak dan tanggung jawab rakyat Afghanistan sendiri untuk memutuskan masa depan mereka dan bagaimana mereka ingin menjalankan negara mereka," katanya.

Menurut jajak pendapat Ipsos pada April, mayoritas warga AS mendukung keputusan Biden untuk memulangkan pasukan dari Afghanistan, tetapi hanya 28 persen orang dewasa yang setuju bahwa AS mencapai tujuannya di Afghanistan. Sementara 43 persen lagi mengatakan penarikan militer AS akan membantu Al Qaeda.

Menjawab kritik atas keputusannya, Biden bertanya: "Berapa ribu lagi orang Amerika, putri dan putra, yang Anda mau pertaruhkan? Berapa lama Anda ingin mereka tinggal (di sana)?"

"Saya tidak akan mengirim generasi Amerika lainnya untuk berperang di Afghanistan tanpa harapan yang masuk akal untuk mencapai hasil berbeda," katanya.

Pidato tersebut mewakili sikap Biden selama ini tentang penarikan AS dari Afghanistan, di bawah tekanan dari para kritikus yang meminta penjelasan lebih lanjut tentang penarikan itu.

Biden meminta negara-negara di kawasan itu untuk membantu mewujudkan penyelesaian politik yang sulit di antara pihak-pihak yang bertikai.

Dia mengatakan pemerintah Afghanistan harus mencari kesepakatan dengan Taliban agar mereka dapat hidup berdampingan dengan damai.

"Kemungkinan akan adanya pemerintahan bersatu di Afghanistan yang mengendalikan seluruh negara sangat kecil," katanya.

Biden mengatakan AS berencana memindahkan ribuan penerjemah Afghanistan dari negara itu pada Agustus dan mereka dapat mengajukan visa AS dengan aman.

Juru bicara Pentagon John Kirby mengatakan AS sedang mempertimbangkan berbagai opsi untuk menampung sementara penerjemah Afghanistan sambil menunggu visa mereka keluar, kemungkinan di instalasi militer AS dan di sejumlah negara lain.

Kirby menyebut pemerintah sedang mencari cara untuk memindahkan penerjemah dari Afghanistan dan pilihan yang paling mungkin adalah dengan pesawat komersial sewaan.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement