Masalah Pajak dan wabah
Di Parangkusuma, Parang Tritis, menjelang berakhirnya tahun 1805, Diponegoro mendapat bisikan suara yang diduganya dari Sunan Kalijogo, yang meramalkan kehancuran Yogyakarta dan awal runtuhnya Jawa tiga tahun mendatang.
Di sini pula Pangeran mendapat mandat untuk mengobarkan perang Ratu Adil, walau pun tidak lama dan tidak akan berhasil mengusir kolonial. Tapi, kata bisikan itu, perang ini akan merepotkan.
Tiga tahun kemudian, 5 Januari 1808, Gubernur Jenderal Herman Willem Daendles datang ke Jawa dan memimpin pemerintahan Hindia Belanda sebagai boneka Perancis (sampai 1811).
Disusul pemerintahan Inggris di bawah Letnan Jenderal Thomas Stanford Raffles sampai 1816. Dua pemerintahan kolonial ini memporak porandakan Jawa (wilayah kraton Solo dan Yogya). Jawa terombang-ambing.
Suasana dua pemerintahan ini bagaikan sebuah mesiu yang dipasang bagi meledaknya pemberontakan besar di Jawa yang dipimpin Diponegoro.
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.