Bangsa Pribumi: Lebih Banyak Kuburan Tak Bertanda Ada di Bekas Sekolah Asrama

Susi Susanti, Koran SI · Jum'at 16 Juli 2021 15:23 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 16 18 2441709 bangsa-pribumi-lebih-banyak-kuburan-tak-bertanda-ada-di-bekas-sekolah-asrama-57phihCw71.jpg Kuburan tak bertanda (Foto: Reuters)

"Sangat mungkin ada sejumlah kuburan manusia di daerah itu," kata spesialis radar penembus tanah Sarah Beaulieu, yang mempresentasikan temuannya.

"Penyelidikan ini baru saja menggores permukaan,” ujarnya.

Area awal dipilih setelah para tetua Tk'emlúps memanggil anak-anak, beberapa berusia enam tahun, diminta untuk menggali lubang di sana.

Kepala Tk'emlúps te Secwépem Rosanne Casimir mengimbau pemerintah federal dan Gereja Katolik untuk merilis catatan kehadiran dari sekolah untuk membantu mengidentifikasi jenazah.

Dia mengatakan memberikan catatan akan menjadi "langkah pertama" dalam membantu penyelidikan.

"Kami di sini bukan untuk pembalasan, kami di sini untuk mengatakan kebenaran," katanya.

Perkiraan oleh para pemimpin adat menunjukkan lebih dari 6.000 anak meninggal di sekolah-sekolah perumahan dari penyebab seperti penyakit, kecelakaan atau bunuh diri.

Pencatatan di sekolah tempat tinggal ketika anak-anak meninggal seringkali buruk - nama anak, jenis kelamin atau penyebab kematian tidak selalu dicatat. Praktek yang umum adalah tidak mengirim mayat kembali ke rumah.

Banyak anak-anak dimakamkan di kuburan yang tidak terurus. Sampai hari ini belum ada gambaran lengkap tentang jumlah anak yang meninggal di sekolah tempat tinggal, keadaan kematian mereka, atau di mana mereka dimakamkan.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini