Untuk itu, Bima mendesak pemerintah pusat untuk bergerak lebih cepat mengatasi kelangkaan oksigen. Karena sangat berdampak kepada pasien covid-19.
"Karena dampaknya banyak. Berdampak pada angka kematian warga isoman yang melonjak, berdampak juga pada keterisian tempat tidur. Tempat tidur di RS tidak bisa digunakan karena oksigennya juga tidak ada. Jadi semua harus bergerak cepat," tegasnya.
Kota Bogor sendiri, lanjut Bima, sudah membeli 150 tabung oksigen yang akan diprioritaskan untuk kebutuhan RS. Selain itu, disiapkan juga skema agar pasokan oksigen dapat terpenuhi dari beberapa sumber lainnya seperti bantuan Krakatau Steel sebanyak 200 tabung perhari melalui Gerakan Anak Negeri dan Relawan Siaga, bantuan Posko Oksigen Provinsi Jawa Barat dan CSR swasta.
"Tapi itu semua masih sangat terbatas. Belum mengatasi persoalan di hulunya. Jadi, saya mendesak kepada pemerintah pusat untuk bergerak lebih cepat lagi. Kita berpacu dengan waktu, untuk selamatkan sebanyak mungkin nyawa manusia," pungkasnya.
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.