Bupati Gowa Tidak Tolerir Oknum Satpol PP yang Aniaya Seorang Ibu saat Razia PPKM

Antara, · Jum'at 16 Juli 2021 11:18 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 16 340 2441550 bupati-gowa-tidak-tolerir-oknum-satpol-pp-yang-aniaya-ibu-hamil-saat-razia-ppkm-WVFYTnNJFO.jpg Razia PPKM di Gowa, Sulsel berlangsung ricuh (Foto: Bugma)

MAKASSAR - Bupati Gowa, Sulawesi Selatan, Adnan Purichta Ichsan, tidak mentoleransi tindakan kekerasan yang dilakukan oknum pejabat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) berinisial MH saat penertiban pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

"Saya menyesalkan dan tidak akan mentoleransi kejadian tersebut dan menyerahkan kasus itu untuk ditindaklanjuti kepolisian," ujar Adnan Purichta Ichsan di Gowa, Kamis (15/7).

Dia mengatakan tindakan kekerasan yang dilakukan bawahannya itu viral di media sosial karena kejadian tersebut menimpa pemilik warung kopi sekaligus selebgram Nurhalim alias Ivan Van Houten dan istrinya yang diketahui sedang hamil delapan bulan.

Adnan mengaku kaget karena mendapat banyak telepon karena video viral tersebut.

Untuk itu, dirinya meminta Inspektorat melakukan pengusutan dan menindaklanjuti video viral tersebut.

"Secara internal kami serahkan penanganannya ke Inspektorat. Kalau secara eksternal, korban sudah melaporkan kejadian itu dan telah masuk ranah hukum, jadi saya serahkan semua penyelesaiannya kepada aparat penegak hukum," katanya.

(Baca juga: Ibu yang Ditampar Petugas Satpol PP Ternyata Tidak Hamil)

Menurut Adnan, tindakan ini tidak bisa di toleransi. Apalagi sejak dimulainya penertiban penerapan PPKM dirinya meminta petugas agar mengedepankan sikap humanis tetapi tegas.

"Apa pun yang berkaitan dengan kekerasan, tidak dapat dibenarkan. Segala tindakan yang tidak sesuai SOP penertiban tak akan saya toleransi. Pada masa sulit seperti ini, semua mesti menahan diri dan bekerja sama," terangnya.

Sebelumnya, insiden penganiayaan terhadap pasangan suami istri terjadi saat Satpol PP melakukan operasi pemberlakuan penertiban kegiatan masyarakat (PPKM) di Panciro, Kabupaten Gowa, pada Rabu (24/7).

(Baca juga: Jual Obat Covid-19 di Atas HET, Polisi Gerebek Apotek di Deliserdang Sumut)

Menurut keterangan video berdurasi 1 menit 59 detik itu, kronologi kejadian bermula dari empat tim yang dikerahkan untuk penertiban PPKM mikro.

Saat patroli, petugas Satpol PP mendengar musik yang cukup keras dari sebuah warkop atau kafe.Oknum Satpol PP masuk ke kafe itu untuk mencari pemilik dan meninjau izin operasinya.

Namun setelah adu mulut, oknum Satpol PP itu mulai menampar pemilik warung yakni Nurhalim dan istrinya.

Atas kejadian itu, kedua korban kemudian melapor kepada Mapolres Gowa untuk memproses penganiayaan tersebut.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini