Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement
898

Pesanggrahan Pracimoharjo yang Didirikan PB X Saksi Bisu Penculikan Sutan Sjahrir

Doddy Handoko , Jurnalis-Selasa, 20 Juli 2021 |07:06 WIB
Pesanggrahan Pracimoharjo yang Didirikan PB X Saksi Bisu Penculikan Sutan Sjahrir
Pesanggrahan Pracimoharjo.(Foto:Istimewa)
A
A
A

Mundurnya Syahrir justru menimbulkan polarisasi kekuatan dikalangan BP KNIP ,sebagian mendukung Soekarno-Hatta ,sebagian lagi menjadi kelompok oposisi yang dipelopori oleh pendukung Tan Malaka ( Persatuan Perjuangan ).

Namun akhirnya sebagian besar anggota BP KNIP mendukung keputusan pemerintah yakni menghadapi Belanda dengan cara diplomasi dibandingkan pertempuran.

Presiden Soekarno kemudian membentuk kabinet baru dengan Sutan Syahrir sebagai Perdana Menteri lagi dengan tidak mengikutkan sertakan kelompok Persatuan Perjuangan.

Hal inilah yang menimbulkan reaksi dikalangan Persatuan Perjuangan, sikap yang menentang kubu pemerintah semakin mencuat dengan kritikan kritikan yang ditujukan pada Sutan Syahrir.

Persatuan Perjuangan kelompok Tan Malaka ini pada tanggal 15 Maret 1946 berusaha menggalang kekuatan politik dengan organisasi organisasi lain termasuk militer dengan menggelar rapat akbar di Madiun. ( Subadio Sastroutomo, 1987 : 242 )

Sehingga ada anggapan bahwa jendral Sudirman Simpati pada kelompok Tan Malaka. Pertentangan jendral Sudirman dengan Sutan Syarir diawali dari pernyataan Syahrir mengenai kolaborator Jepang yang ditulisnya dalam buku "Perjuangan Kita."

Sudirman tersinggung karena pasukan Pembela Tanah Air (PETA) yang dipimpinnya merupakan bentukan Jepang (Malik, 1978: 155).

Perbedaan haluan antara Persatuan Perjuangan yang semakin meruncing memaksa Pemerintahan Soekarno-Hatta untuk menangkap dan menahan Tan Malaka dan kawan kawan.

Sementara itu pimpinan tentara Jendral Sudirman tidak menyetujui aksi pemerintah menangkap orang orang karena dianggap pernah berjasa pada militer. ( SI Poeradisastra, 2004 : 61 ).

Beberapa partai yang menyokong Persatuan Perjuangan seperti Masyumi, PBI dan BBI sepakat untuk tetap menentang pemerintah, bahkan mereka menggelar sebuah upaya untuk menjatuhkan Syahrir dan kabinetnya. ( Yuanda Zara, 2009: 107 ).

Penangkapan Tan Malaka dan tokoh tokoh Persatuan Perjuangan memantik reaksi keras dari pendukungnya, lagi pula mereka juga mendengar langsung perkembangan diplomasi pemerintah yang menurut mereka amat mengecewakan.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement