Share

AS Tarik Pasukan di Irak Akhir Tahun Ini

Susi Susanti, Koran SI · Selasa 27 Juli 2021 12:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 27 18 2446598 as-tarik-pasukan-di-irak-akhir-tahun-ini-Xj8Osx2nGy.jpg AS akan tarik pasukan di Irak pada akhir tahun ini (Foto: Anadolu Agency)

WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengatakan pasukan AS akan mengakhiri misi tempur mereka di Irak pada akhir tahun ini, tetapi akan terus melatih dan memberi nasihat kepada militer Irak.

Pengumuman itu muncul setelah Biden mengadakan pembicaraan dengan Perdana Menteri Irak Mustafa al-Kadhimi di Gedung Putih.

Bagi Biden, pengumuman itu menandai berakhirnya perang lain yang dimulai di bawah mantan Presiden George W Bush. Tahun ini dia mengatakan pasukan AS akan meninggalkan Afghanistan.

Berbicara di Gedung Putih, Biden mengatakan kepada mitranya dari Irak, jika kerja sama kontra-terorisme keduanya akan berlanjut bahkan saat mereka beralih ke fase baru ini.

(Baca juga: Pria Ini Miliki Tank Bekas Perang Dunia II hingga Torpedo di Ruang Bawah Tanah)

"Peran kami di Irak akan berurusan dengan ketersediaan untuk terus melatih, membantu, membantu dan menangani ISIS saat mereka tiba," tambah Biden pada pertemuan itu.

"Tapi kita tidak akan, pada akhir tahun, dalam misi tempur,” lanjutnya.

"Hari ini hubungan kami lebih kuat dari sebelumnya. Kerjasama kami adalah untuk ekonomi, lingkungan, kesehatan, pendidikan, budaya dan banyak lagi,” terang Kadhimi menjawab.

Dia bersikeras tidak ada pasukan tempur asing yang dibutuhkan di Irak.

(Baca juga: Kasus Covid-19 di Asia Tenggara Capai Titik Tertinggi Baru)

Saat ini ada 2.500 tentara AS di Irak membantu pasukan lokal melawan sisa-sisa kelompok ISIS.

Jumlah pasukan AS kemungkinan akan tetap sama tetapi langkah itu dilihat sebagai upaya untuk membantu PM Irak.

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

Kehadiran AS di Irak telah menjadi masalah besar sejak jenderal top Iran Qasem Soleimani dan pemimpin milisi Muslim Syiah yang didukung Iran tewas dalam serangan pesawat tak berawak AS di ibukota Baghdad tahun lalu.

Partai-partai politik yang bersekutu dengan Iran telah menuntut penarikan semua pasukan dari koalisi global pimpinan AS melawan IS, meskipun ancaman terus-menerus ditimbulkan oleh kelompok jihadis Sunni.

Milisi Syiah sementara itu telah dituduh oleh AS melakukan ratusan serangan roket, mortir dan pesawat tak berawak di pangkalan militer Irak yang menampung pasukan koalisi dalam upaya nyata untuk menekan mereka untuk pergi.

Pasukan pimpinan AS menginvasi Irak pada 2003 untuk menggulingkan Presiden Saddam Hussein dan menghilangkan senjata pemusnah massal yang ternyata tidak ada.

Kemudian Presiden George W Bush menjanjikan "Irak yang bebas dan damai", tetapi diliputi oleh pemberontakan sektarian berdarah.

Pasukan tempur AS akhirnya mundur pada 2011. Namun, mereka kembali atas permintaan pemerintah Irak tiga tahun kemudian, ketika militan ISIS menyerbu sebagian besar negara itu.

Menyusul kekalahan militer ISIS di Irak pada akhir 2017, pasukan AS tetap membantu mencegah kebangkitan kelompok tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini