Share

Pria Ini Hidup Liar bak Tarzan, Tinju Buaya hingga Makan Kura-Kura

Susi Susanti, Koran SI · Selasa 27 Juli 2021 14:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 27 18 2446693 kisah-manusia-yang-hidup-liar-bak-tarzan-tinju-buaya-hingga-makan-kura-kura-8KzYT1MW7i.jpg Pria yang hidup seperti Tarzan (Foto: YouTube/TC Palm)

NEW JERSEY - Hanya sedikit orang yang mengikuti kisah hidup Trapper Nelson. Lahir sebagai Vincent Natulkiewicz di Trenton, New Jersey pada 1909 dari orang tua Polandia yang tidak bisa berbahasa Inggris, anak muda yang penasaran dan terobsesi dengan alam selalu mencari alternatif untuk keluar dari pinggiran kotanya yang membosankan.

Melompat dari kereta ke kereta api di seluruh negeri, dia akhirnya berakhir di Florida setelah menghindari tuduhan tembak-menembak antara Amerika Serikat (AS) dan Meksiko.

Pria ‘raksasa’ dengan berat 110 kg dan tinggi sekitar 2 meter ini diketahui makan begitu banyak. Untuk sarapan saja, dia mengonsumsi 18 telur.

Natulkiewicz akhirnya mengubah namanya menjadi Trapper Nelson dan ‘mendarat’ di Pulau Jupiter di Florida.

Dulu, Pulau Jupiter tidak lebih dari rawa pada akhir 1920-an. Tapi sekarang sudah berubah menjadi hotspot mewah yang penuh dengan country club dan kompleks golf.

(Baca juga: Badai Tropis Nepartak Dekati Jepang, Ganggu Jadwal Olimpiade Tokyo)

Tapi bagi Nelson itu adalah tempat yang sempurna untuk menemukan satwa liar.

Teman-temannya kurang tertarik pada alam. Saudara tiri Trapper, Charles, dipenjara selama 20 tahun setelah membunuh pasangannya John Dykas dengan tembakan di punggung.

Nelson pun menarik diri jauh di dekat Sungai Loxahatchee.

Dengan pinjaman dari saudara perempuannya dan uang saku yang ditabungnya, Nelson membeli lahan rawa seluas 800 hektar.

(Baca juga: Sopir Ngantuk Sebabkan Bus Tergelincir, 10 Orang Tewas, 45 Terluka)

Dia mulai berburu hewan liar dan menjual bulunya. Lama kelamaan dia menjadi lihai saat berburu dan selalu berhasil.

Sosoknya mengingatkan orang pada legenda Tarzan, yang sangat populer.

Ketika masa Depresi Hebat melanda, Nelson mengubah sebagian tanahnya menjadi kebun binatang di mana keluarga bisa mendapatkan pengalaman nyata dari alam liar.

Kebun Binatang dan Taman Hutan Trapper Nelson menjadi sensasi sebagian karena keasliannya yang luar biasa, tetapi sebagian besar karena kepribadian dinamis Nelson sendiri.

Dia adalah seorang pawang sejati dengan ketampanan yang mencolok dan antusiasme yang menular terhadap alam.

Selebriti termasuk bintang film Gary Cooper, keluarga DuPont yang sangat kaya dan bahkan keluarga Kennedy diketahui mampir ke kebun binatang, yang menjadi simbol ketabahan hidup di era yang keras.

Nelson digembar-gemborkan sebagai pria abad ke-20 dengan ikatan yang kuat dengan tahun-tahun yang telah berlalu.

Pengunjung kebun binatang dapat membeli bayi buaya di toko suvenir. Nelson juga menarik perhatian dengan makan kura-kura dan minum darah hewan, sesuatu yang dia rekomendasikan sebagai bagian dari diet sehat.

Namun dia juga merawat hewan lokal yang terluka dan mengembangkan reputasi sebagai pengasuh.

Namun, dia dilaporkan jarang membersihkan kandang hewannya dan memasukkan semua buaya yang dia temui ke dalam lubangnya untuk membuat para tamu kagum.

Keterampilan sosialnya juga dikenal sangat buruk, terutama ketika dia berada di sekitar wanita.

Menurut salah satu biografi, Nelson pernah melompat ke sungai, menggiring seekor buaya dan mengendarainya sampai terlepas untuk mengesankan seorang wanita di dekatnya.

Ketika Perang Dunia II terjadi, Nelson direkrut, meskipun telah menikah. Di terkenal disiplin karena memotong celana tentaranya menjadi celana pendek, kemudian kerap berlatih keras sehingga merobek otot di kakinya dan dia akhirnya dipindahkan ke pangkalan di dekat rumahnya.

Tetapi sekembalinya dari medan perang, sang istri sudah memiliki kekasih baru. Nelson pun memutuskan tidak pernah menikah lagi.

Pada akhir 1940-an Nelson menjadi selebriti nasional dan semakin internasional, mendapatkan perhatian pers di Prancis dan Inggris.

Dikenal sebagai "Manusia Liar Loxahatchee", dia sering ditawari penampilan di media dan aksi yang tidak biasa.

Akhirnya dia menyetujui salah satu dari mereka, yang mensyaratkan pertandingan tinju. Dia akan memukau pengunjung kebun binatang karena pertarungan gulatnya yang berani melawan buaya tawanan.

Meski begitu, Nelson kurang beruntung melawan manusia di ring tinju. Setelah melepas sarung tangannya untuk melawan ‘bareknuckle’, hidung Nelson ditinju dan dengan cepat tersingkir.

Karirnya dalam tinju telah berakhir. Palm Beach Post merayakan pertandingan itu dengan menuliskan "setengah manusia gunung, setengah Tuan Amerika".

Aksi-aksinya ini adalah puncak kesuksesan dan ketenaran Nelson. Ketika populasi Florida meledak pada 1950-an dan negara bagian mulai memodernisasi, Nelson tampak seperti ‘berita usang’.

Lalu peminat tanahnya mulai berdatangan. Meski country club mulai memenuhi Pulau Jupiter, namun ada beberapa yang mengatakan jika pembelian itu dilakukan secara tidak sah melalui tetangganya..

Namun Nelson akhirnya tak bisa tinggal diam. Dia pun dilaporkan membakar jembatan. Ketika rumah tetangganya yang penuh dengan kambing terbakar dan meledak - dengan potongan-potongan hewan ditemukan di seluruh kota - Nelson adalah tersangka utama, tetapi dia dilepaskan karena kurangnya bukti.

Masalah hukum Nelson tidak berhenti sampai di situ. Inspektur kesehatan dan keselamatan tidak terkesan dengan situs tersebut.

Pembersihannya yang jarang, kebersihan yang buruk, dan kurangnya air mengalir menjadi sasaran kemarahan pemerintah.

Pihak berwenang pun menutup kebun binatang dan mantan istrinya kembali untuk mengklaim sebidang tanah, kehidupan Nelson dalam sorotan telah berakhir.

Pada akhir 1950-an Nelson adalah seorang pertapa, berkomunikasi dengan tetangga dan teman-temannya hanya melalui kartu pos. Ketika seseorang mencoba mengunjunginya, dia bahkan mengancam mereka dengan senapan.

Penyesuaian Nelson sendiri dari pola makan flora dan fauna yang berat ke makanan Barat konvensional membuatnya sangat sakit. Nelson yakin dia menderita kanker usus besar. Namun dokter membantahnya dan menyatakan itu kanker prostat.

Pada Juli 1968 ia ditemukan tewas di pantai dengan tembakan di perut. Kabarnya Nelson terbaring di sana seminggu sebelum dia ditemukan.

Dokter pemeriksa dilaporkan sangat jijik dengan kondisinya sehingga dia melakukan otopsi di atas meja piknik untuk menghindari pemindahan jenazah.

Tak lama kemudian muncul spekulasi bahwa pengembang properti, tetangga Nelson yang tidak menyenangkan, dan bahkan saudara tirinya yang baru saja dibebaskan, terlibat dalam penembakan itu.

Tapi juri di pengadilan memutuskan itu bunuh diri. Nelson berusia sekitar akhir 50-an saat memutuskan mengakhiri hidupnya. Hingga hari ini tidak ada yang tahu tanggal lahirnya.

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini