Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Polisi: Satpol PP Gadungan Rekrut Korbannya dari Mulut ke Mulut

Ari Sandita Murti , Jurnalis-Kamis, 29 Juli 2021 |16:31 WIB
Polisi: Satpol PP Gadungan Rekrut Korbannya dari Mulut ke Mulut
Ilustrasi (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus mengatakan, cara pelaku merekrut orang untuk menjadi Satpol PP DKI hanya dengan membayar Rp25 juta itu dipasarkan melalui mulut ke mulut.

"Satu-satu dia rekrut korbannya, dari mulut ke mulut sehingga pergerakannya 9 orang korban ini tidak bergabung dengan Satpol PP yang asli. Kalau yang asli bergerak akan tahu kalau Satpol PP yang lain, jadi pelaku tentukan plotingannya sendiri," ujarnya pada wartawan, Kamis (29/7/2021).

Menurutnya, pelaku memploting para korban melakukan Operasi Yustisi PPKM ilegal itu dilakukan secara sembunyi-sembunyi, artinya dia mencari lokasi yang tak dideteksi Satpol PP asli. Dengan begitu, aksinya itu berjalan dengan lancar selama 2 bulan belakangan ini.

Baca juga: Satpol PP Gadungan Jaga Pos Penyekatan, Selengkapnya di Realita Selasa Pukul 15.00 WIB

"Selama beroperasi 2 bulan dia menggunakan seragam Satpol PP, tapi dalam kelompok mereka ada satu inisial B dijadikan Danton memimpin 8 temannya yang lain untuk bergerak operasi yustisi, menegur orang yang tidak pakai masker sesuai ajakan tersangka," tuturnya.

Adapun soal informasi awal kalau pelaku berjumlah 2 orang berinisial YF dan BA, kata dia, YF merupakan pelaku utama, sedangkan BA merupakan tante YF yang kini menjadi saksi dalam kasus itu.

Baca juga: PPKM Diperpanjang, Mendagri: Satpol PP Kedepankan Tindakan Persuasif

Menurutnya, BA juga ditipu oleh ponakannya itu, yang mana YF mengaku pada tantenya sudah menjadi anggota Satpol PP dan memiliki jabatan untuk merekrut anggota baru.

"Tantenya tak mengetahui sama sekali kalau YF ini bukan merupakan Satpol PP, tantenya menjadi saksi dan tantenya baru sadar kalau keponakannya ini menipu dan dia pun ditipu oleh pelaku karena tantenya ini kan tinggal sama-sama di dalam satu rumah," jelasnya.

Yusri menambahkan, pelaku membuat dokumen palsu dan stampel yang dia contoh dari media sosial, apalagi pelaku ini merupakan Sarjana Informatika dan Komputer sehingga mudah membuatnya. Sedangkan seragam dan peralatan lainnya dia beli di Pasar Senen, Jakarta Pusat.

Baca juga: Anies: Pandemi Covid-19 Menjadikan Terang Benderang, Siapa Pejuang dan Penjahat Kemanusiaan

(Fakhrizal Fakhri )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement