Pelaut Dituduh Bersalah Picu Kebakaran Kapal Perang

Susi Susanti, Koran SI · Jum'at 30 Juli 2021 09:36 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 30 18 2448279 pelaut-dituduh-bersalah-picu-kebakaran-kapal-perang-ZYT6aG1KOv.jpg Pesawat membawa 1500 ember air untuk memadamkan kebakaran di kapal perang (Foto: Reuters)

WASHINGTON - Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) telah mengajukan tuntutan terhadap seorang pelaut atas kebakaran besar di atas kapal USS Bonhomme Richard pada 2020 yang menghancurkan kapal perang amfibi tersebut.

Juru bicara Angkatan Laut Cmdr Sean Robertson mengatakan pelaut, yang namanya belum diungkapkan ke publik, dituduh memicu kebakaran.

Kobaran api di atas kapal perang di San Diego, California, tempat kapal itu berlabuh, membutuhkan waktu empat hari untuk dipadamkan. Sedikitnya 40 pelaut dan 23 warga sipil terluka.

Dalam sebuah pernyataan, Cmdr Robertson mengatakan pelaut yang dituduh adalah anggota kru Bonhomme Richard pada saat itu.

"Bukti yang dikumpulkan selama penyelidikan cukup untuk mengarahkan sidang pendahuluan sesuai dengan proses hukum di bawah sistem peradilan militer," terangnya.

(Baca juga: Influencer Mengaku Bersalah Lakukan Pencucian Uang hingga Rp347 Miliar, Terancam 20 Tahun Penjara)

Kebakaran dimulai pada 12 Juli 2020, dan selama empat hari helikopter Angkatan Laut AS membawa lebih dari 1.500  ember air dan kapal tunda menyemprotkan air ke sisi kapal senilai USD1 miliar (Rp14 triliun) untuk mengendalikan api.

Api menyebabkan gumpalan asap hitam mengepul ke udara dan struktur atas aluminium meleleh sehingga kapal menjadi rusak dan terlihat membungkuk pada sudut 45 derajat saat api menelan kapal.

Seperti diketahui, kapal perang USS Bonhomme Richard seberat 40.000 ton ditugaskan pada tahun 1998 dan merupakan salah satu dari sedikit kapal serbu amfibi AS yang dapat digunakan untuk lepas landas oleh F-35 Joint Strike Fighter.

(Baca juga: Dokter yang Gunakan Spermanya Sendiri untuk Hamili Pasien Harus Ganti Rugi Rp145 Miliar)

Namun setelah kebakaran diambil keputusan untuk menonaktifkan dan membuang kapal karena terlalu mahal untuk memperbaikinya.

(sst)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini