Militer AS Bantu Tanker Minyak Israel yang Diserang di Lepas Pantai

Antara, · Minggu 01 Agustus 2021 15:52 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 01 18 2449211 militer-as-bantu-tanker-minyak-israel-yang-diserang-di-lepas-pantai-GUPZGfR5rM.jpg Militer AS bantu tanker minyak Israel (Foto: Antara/ Reuters)

DUBAI - Militer Amerika Serikat (AS) mengatakan pada Sabtu (31/7), Angkatan Laut (AL) AS membantu sebuah kapal tanker produk minyak yang dikelola Israel yang diserang di lepas pantai Oman yang menewaskan dua awak.

AL AS menambahkan kapal itu kemungkinan besar terkena serangan pesawat tak berawak.

Komando Pusat AS mengatakan dalam sebuah pernyataan mengatakaangkn Mercer Street, sebuah kapal milik Jepang berbendera Liberia yang diserang pada Kamis (29/7), sedang dikawal oleh kapal induk USS Ronald Reagan, “Para ahli bahan peledak Angkatan Laut AS berada di atas kapal untuk memastikan tidak ada bahaya tambahan bagi kru, dan siap untuk mendukung penyelidikan atas serangan itu,” kata Komando Pusat, yang mengawasi operasi militer Amerika di Timur Tengah dan Asia Tengah.

"Indikasi awal jelas menunjukkan serangan gaya pesawat nirawak (drone)," tambahnya.

(Baca juga: Wanita Ini Mengemudi Mobil Selama Setahun Membawa Mayat 2 Keponakan)

Menteri Luar Negeri Israel Yair Lapid menyalahkan Iran pada Jumat (30/7) atas serangan itu, yang menewaskan seorang warga Inggris dan seorang Rumania, dan mengatakan itu pantas mendapat tanggapan keras. Tidak ada reaksi resmi langsung dari Iran terhadap tuduhan bahwa pihaknya bertanggung jawab.

Lapid berbicara dengan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken tentang insiden itu pada Sabtu (31/7) malam.

"Kami bekerja sama melawan terorisme Iran, yang merupakan ancaman bagi kita semua, dengan merumuskan tanggapan internasional yang nyata dan efektif," cuit Lapid di Twitter.

(Baca juga: Warga yang Sudah Divaksin Kehilangan Kesabaran terhadap Mereka yang Tolak Vaksin)

“Iran berulang kali keliru dalam memahami komitmen kami untuk melindungi diri kami sendiri dan kepentingan kami,” lanjutnya.

Sumber-sumber AS dan Eropa yang akrab dengan pelaporan intelijen mengatakan pada Jumat bahwa Iran adalah tersangka utama mereka atas insiden tersebut.

Al Alam TV, jaringan televisi berbahasa Arab pemerintah Iran, mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya yang mengatakan serangan terhadap kapal itu terjadi sebagai tanggapan atas serangan Israel yang dicurigai dan tidak ditentukan di bandara Dabaa di Suriah.

Kapal tersebut dikelola oleh Zodiac Maritime milik Israel. Perusahaan itu mengatakan pada hari Jumat bahwa kapal itu berlayar di bawah kendali awaknya dan memiliki kekuatan sendiri ke lokasi yang aman dengan pengawalan angkatan laut AS.

Iran dan Israel telah saling melempar tuduhan menyerang kapal masing-masing dalam beberapa bulan terakhir.

Ketegangan meningkat di kawasan Teluk sejak Amerika Serikat (AS) memberlakukan kembali sanksi terhadap Iran pada 2018 setelah Presiden Donald Trump saat itu menarik Washington dari kesepakatan nuklir Teheran 2015 dengan negara-negara besar.

Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO), yang menyediakan informasi keamanan maritim, mengatakan kapal itu berada sekitar 152 mil laut (280 km) timur laut dari pelabuhan Duqm Oman ketika diserang.

Menurut pelacakan kapal Refinitiv, kapal tanker ukuran sedang itu menuju Fujairah di Uni Emirat Arab, dari Dar es Salaam di Tanzania.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini