Kisah Staf Kamar Mayat Saksikan Jenazah Menangis Karena Wasiatnya Dilanggar

Rahman Asmardika, Okezone · Senin 02 Agustus 2021 18:20 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 02 18 2449752 kisah-staf-kamar-mayat-saksikan-jenazah-menangis-karena-wasiatnya-dilanggar-qCaWWfTJJe.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone)

ADA kepercayaan umum bahwa melanggar wasiat orang yang sudah meninggal adalah sebuah dosa yang berat karena menyakiti almarhum setelah kematiannya. Namun, melihat jenazah yang menangis karena wasiatnya dilanggar bukanlah hal yang umum.

Kejadian mengejutkan ini diungkap oleh seorang staf kamar mayat di Arab Saudi.

BACA JUGA:  Cerita Yani Relawan Pemulasaraan Jenazah Covid-19 Pulang Subuh Saat Tangani Lonjakan Kematian

Taghreed Bukhari telah bekerja memandikan orang meninggal selama 22 tahun, dan selama periode ini, dia sendiri mengonfirmasi ada akhir hidup yang baik dan yang buruk bagi orang-orang. Dia mengaku menyaksikan, mencium sendiri bau wangi yang terpancar dari jasad orang-orang saleh setelah kematian mereka.

Dalam wawancara dengan MBC in a Week, dia mengungkapkan secara detail apa yang dia hadapi saat memandikan tubuh seorang gadis.

Bukhari menjelaskan bahwa dia telah menerima permintaan untuk memandikan seorang gadis berusia dua puluhan yang meninggal saat berada di rumah sakit.

Gadis itu meninggal ketika ibunya meninggalkannya untuk mengambil beberapa pakaian, jadi ayahnya bergegas melakukan prosedur pemandian jenazah.

BACA JUGA: Panduan Protokol Pemulasaraan dan Pemakaman Jenazah Covid-19

"Saya menerima jasad gadis itu dan bertanya kepada ayahnya, apakah dia punya teman?," kata Bukhari sebagaimana dialnsir Gulf Today. Namun, ayahnya meminta Bukhari untuk segera memulai ritual pemandian jenazah untuk disholatkan pada malam hari.

Bukhari menjelaskan bahwa dia mencoba untuk memindahkan jasad gadis itu dan melepas pakaiannya untuk dimandikan, tetapi dia tidak bisa menggerakkannya. Dia dan temannya mencoba lagi untuk memutar jenazah dari sisi kanannya tetapi gagal.

“Tubuhnya tidak pernah bergerak, bahkan kakinya, tidak peduli seberapa keras dia mencoba. Jadi saya menelepon teman saya untuk membantu saya, ini pertama kalinya saya gagal menangani mayat,” kata Bukhari mengingat detail kejadian itu.

Bukhari dan temannya berusaha sekuat tenaga untuk menanggalkan pakaian gadis itu, dan mereka dikejutkan oleh air mata yang jatuh dari mata mayat dalam sebuah adegan yang membingungkan dan menakutkan mereka.

"Saya kagum melihat air mata jatuh dari matanya. Saya pikir itu air, jadi saya menyekanya, dan air mata masih turun, dan teman saya mengatakan dia menangis, jadi tidak peduli berapa banyak saya menyeka. air matanya, mereka akan turun lagi," katanya.

Setelah upaya yang keras, para wanita itu akhirnya dapat menyelesaikan memandikan almarhum, tetapi mereka terkejut bahwa tubuhnya sangat berat meskipun faktanya gadis itu kurus, yang mengharuskan mereka meminta bantuan dari seseorang untuk mengangkutnya ke peti mati.

Sementara itu, Bukhari dikejutkan oleh ibu gadis itu yang menangis dan meneriakinya sambil berkata, ”Mengapa kamu menyentuhnya? Siapa yang menyuruhmu memandikan?

Bukhari meminta maaf kepada ibu gadis itu, menjelaskan bahwa ayah almarhum memintanya untuk melakukan ritual.

Sang ibu menjawab, “Diharamkan bagimu, dan kehendaknya adalah bahwa saya hadir saat pembasuhannya, dan tidak ada orang asing yang menyentuhnya.”

Sang ibu menangis lagi dan yang mengejutkan, air mata dari tubuh putrinya yang "menangis" juga meningkat.

Bukhari mencoba menenangkan sang ibu dan sekali lagi menyeka mata dari wajah putrinya.

Dia mengatakan kepada pewawancara bahwa saat itu tangisannya berhenti dan jenazah dipindahkan untuk menyelesaikan pemakaman.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini