Presiden Afghanistan Umumkan Rencana Keamanan Lawan Taliban, Janjikan Perbaikan dalam 6 Bulan

Agregasi VOA, · Selasa 03 Agustus 2021 05:54 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 03 18 2449916 presiden-afghanistan-umumkan-rencana-keamanan-lawan-taliban-janjikan-perbaikan-dalam-6-bulan-AKtoVq6dGi.jpg Presiden Afghanistan Ashraf Gani (Foto: ARG)

AFGHANISTAN - Presiden Afghanistan Ashraf Ghani pada Senin (2/8) mengumumkan dia akhirnya punya rencana jelas untuk melawan ofensif Taliban di seluruh negara itu. Sebelumnya negara itu dikritik tajam karena dinilai tak memiliki strategi dalam tiga bulan belakangan.

Kelompok militan itu meraih kemajuan wilayah yang tak terduga, termasuk merebut beberapa penyeberangan perbatasan internasional penting, ketika pasukan asing mundur dari negara itu.

“Saya ingin menyampaikan bahwa rencana jelas telah disiapkan untuk mencapai stabilitas dalam enam bulan dan implementasinya telah dimulai," kata Ghani dalam pidatonya dalam sesi gabungan khusus di parlemen Afghanistan. Ini pertama kalinya dia berbicara kepada parlemen sejak pengumuman mundurnya pasukan asing.

(Baca juga: AS, Inggris Salahkan Iran Atas Serangan Tanker Mematikan)

Tanpa merincikannya, Ghani mengatakan militer akan bertanggung jawab membela sasaran-sasaran pertahanan strategis, sementara polisi, di bawah Kementerian Dalam Negeri, akan membela kota-kota dan pusat distrik strategis. Direktorat Keamanan Nasional (NDS), dinas intelijen Afghanistan, akan mengoordinasi milisi rakyat yang dijuluki pasukan pergolakan anti-Taliban.

"Realitanya adalah kita menghadapi situasi tak terduga dalam tiga bulan belakangan. ...Kita menghadapi arus propaganda domestik dan asing," terangnya. Dia menyerukan semua anggota parlemen untuk membantu memobilisasi penduduk untuk mendukung pasukan keamanan Afghanistan.

(Baca juga: AS Serukan Taliban Lakukan Negosiasi Serius)

Dia mengatakan memburuknya keamanan di negara itu disebabkan oleh "keputusan tiba-tiba" oleh pasukan AS dan NATO untuk pergi. Tapi dia mengatakan kini terserah pada Afghanistan untuk mengelola situasi itu.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini