Pasca Serangan Tanker Israel, Iran Peringatkan Akan Tanggapi Ancaman Terhadap Keamanannya

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 03 Agustus 2021 10:21 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 03 18 2450015 pasca-serangan-tanker-israel-iran-akan-ambil-tanggapan-jika-keamanannya-terancam-YGJ2HUfXGk.jpg Foto: Reuters.

DUBAI - Iran pada Senin (2/8/2021) menegaskan akan menanggapi setiap ancaman terhadap keamanannya dengan segera. Pernyataan itu disampaikan kementerian luar negeri Iran setelah Amerika Serikat (AS), Israel, dan Inggris menyalahkan Teheran atas serangan terhadap sebuah kapal tanker yang dikelola Israel di lepas pantai Oman.  

Teheran telah membantah terlibat dalam dugaan serangan pesawat tak berawak pada Kamis (29/7/2021) di mana dua anggota awak, seorang warga Inggris dan seorang warga Rumania, tewas.

BACA JUGA: Serangan Drone Bunuh Diri Tewaskan 2 Awak Kapal Tanker Minyak Israel

AS dan Inggris pada Minggu (1/8/2021) menyatakan bahwa mereka akan bekerja dengan sekutu mereka untuk menanggapi serangan di Mercer Street, sebuah kapal tanker produk minyak milik Jepang berbendera Liberia yang dikelola oleh Zodiac Maritime milik Israel.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menggambarkan insiden itu sebagai "jelas serangan yang tidak dapat diterima dan keterlaluan terhadap pengiriman komersial".

"Iran harus menghadapi konsekuensi dari apa yang telah mereka lakukan," kata Johnson kepada wartawan, Senin.

BACA JUGA: Sebut Serangan Terhadap Kapal Tanker Israel Provokasi, Iran Nyatakan Tak Terlibat

Inggris memanggil duta besar Iran pada Senin, yang direspons dengan pemanggilan memanggil Kuasa Usaha Inggris dan utusan utama Rumania oleh Teheran atas "tuduhan negara mereka terhadap Republik Islam", kantor berita semi-resmi Iran Fars melaporkan.

"Iran tidak ragu-ragu dalam melindungi keamanan dan kepentingan nasionalnya dan akan segera menanggapi setiap petualangan yang mungkin terjadi," kata Juru Bicara kementerian luar negeri Saeed Khatibzadeh seperti dilansir Reuters.

Perdana Menteri Israel Naftali Bennett menuduh Teheran "mencoba mengelak dari tanggung jawab" atas serangan itu, dan menyebut penolakannya "pengecut". Pada Minggu, Menteri luar negeri Israel mengatakan bahwa insiden itu pantas mendapat tanggapan keras.

"Israel memiliki berbagai alat dan pilihan untuk membela warganya, dan kami akan menyelesaikan masalah dengan siapa pun yang mencoba untuk menyakiti kami pada waktu dan tempat dan dengan cara yang sesuai dengan kami dan keamanan kami," kata Gantz kepada parlemen Israel.

Seorang pejabat Iran yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada kantor berita Iran Nournews sebelumnya bahwa Teheran menganggap "ancaman pejabat Barat dan rezim Zionis (Israel) lebih merupakan isyarat propaganda".

"Dan Washington dan London akan bertanggung jawab langsung atas konsekuensinya," kata pejabat itu kepada Nournews, yang dekat dengan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran.

Di Washington, Menteri Luar Negeri Antony Blinken meramalkan "tanggapan kolektif" dan mengatakan dia tidak berpikir insiden itu selalu menandakan apa pun tentang Presiden Iran yang akan datang Ebrahim Raisi, yang mulai menjabat pada Kamis (5/8/2021).

Iran dan Israel telah bertukar tuduhan melakukan serangan terhadap kapal masing-masing dalam beberapa bulan terakhir.

Ketegangan meningkat antara Iran dan Israel sejak 2018, ketika Presiden AS Donald Trump membatalkan kesepakatan nuklir Teheran 2015 dengan enam kekuatan dunia dan menerapkan kembali sanksi yang telah melumpuhkan ekonomi Iran.

Israel telah menyuarakan keprihatinan tentang upaya Iran dan pemerintahan Presiden AS Joe Biden untuk menghidupkan kembali pakta nuklir, di mana Iran mengekang kerja nuklirnya yang sensitif dengan imbalan pencabutan sanksi.

"Dalam kesepakatan apa pun, jika ada, dengan Iran, itu juga harus didasarkan pada penghapusan ancamannya di kawasan itu," kata Gantz.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini