9 Pria Bersenjata Bajak Kapal di Lepas Pantai Uni Emirat Arab

Susi Susanti, Koran SI · Rabu 04 Agustus 2021 09:48 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 04 18 2450587 9-pria-bersenjata-bajak-kapal-di-lepas-pantai-uni-emirat-arab-nAzPIvId13.jpg Kapal berbendera Panama dibajak di Teluk Oman (Foto: Steve Geronazzo)

IRAN - Sebuah kapal berbendera Panama telah dibajak oleh orang-orang bersenjata di Teluk Oman dan diperintahkan untuk berlayar ke Iran.

Lloyds List Maritime Intelligence telah mengkonfirmasi kapal tanker aspal MV Asphalt Princess sedang menuju ke jalur padat menuju Selat Hormuz.

Tidak jelas siapa yang telah merebut kapal itu tetapi para analis mengatakan pasukan Iran akan dicurigai.

Pengawal Revolusi Iran menolak laporan itu sebagai dalih untuk "tindakan bermusuhan" terhadap Teheran.

Koresponden Keamanan BBC Frank Gardner mengatakan MV Asphalt Princess dimiliki oleh sebuah perusahaan yang berbasis di Dubai yang salah satu kapalnya dibajak dua tahun lalu oleh penjaga revolusioner.

(Baca juga: Pria Ini Didenda Rp4,2 Miliar karena Miliki Tank Bekas Perang Dunia II)

Dia mengatakan menurut laporan, hingga sembilan pria bersenjata menaiki MV Asphalt Princess saat mendekati pintu masuk Selat Hormuz, yang dilalui sekitar seperlima dari pasokan minyak maritim dunia

.Insiden itu terjadi kurang dari seminggu setelah sebuah kapal tanker minyak yang dioperasikan oleh sebuah perusahaan milik Israel diserang oleh sebuah pesawat tak berawak dari Oman, menewaskan dua penjaga keamanan - satu Inggris dan Rumania lainnya.AS, Inggris dan Israel menyalahkan Iran atas serangan itu - klaim yang dibantah keras.

(Baca juga: Pria Bersenjata Serang Rumah Menteri Pertahanan Afghanistan, 4 Tewas, 11 Terluka)

Sebelumnya, Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) menyarankan pengiriman di dekat Fujairah di Teluk Oman untuk sangat berhati-hati.

 UKMTO awalnya memperingatkan kapal tentang sebuah insiden sebelum menyatakan "potensi pembajakan" beberapa jam kemudian.

Sebelumnya pada hari itu, empat kapal tanker minyak melaporkan bahwa mereka "tidak di bawah komando", yang biasanya berarti sebuah kapal kehilangan tenaga dan tidak dapat mengarahkan. Salah satu kapal kemudian mulai bergerak.

Menurut data dari FlightRadar24.com, sebuah pesawat patroli laut Angkatan Udara Oman terlihat terbang di atas laut pada saat yang sama.

Kementerian luar negeri Iran mengatakan laporan yang melibatkan beberapa kapal pada Selasa (3/8) "mencurigakan" dan memperingatkan terhadap segala upaya untuk "menciptakan suasana palsu" terhadap Teheran.

Sementara itu, seorang juru bicara Kantor Luar Negeri Inggris mengatakan sedang menyelidiki laporan insiden di sebuah kapal di lepas pantai UEA.

Gedung Putih menyebut laporan itu "sangat mengganggu".

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini