Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Kerajaan Aceh dalam Catatan Para Peneliti Dunia

Tim Okezone , Jurnalis-Senin, 09 Agustus 2021 |07:00 WIB
Kisah Kerajaan Aceh dalam Catatan Para Peneliti Dunia
Kerajaan Aceh (Foto: gurupendidikan.co.id)
A
A
A

Hampir seluruh peneliti-peneliti sejarah telah meneliti hubungan antara Kerajaan Mughal di India dengan kerajaan-kerajaan Asia Tenggara. Tak hanya peneliti dari Asia Tenggara saja, tapi peneliti dari luar Asia Tenggara juga terlibat. Seperti mendiang Denys Lombard dari Prancis hingga yang masih aktif hingga Anthony Reid dari Australia, telah banyak menulis tentang hal itu. Karya besar mereka hingga saat ini masih merupakan studi yang menginspirasi banyak peneliti selanjutnya.

Menurut Sanjay Subrahmanyam, peneliti sejarah dari India yang saat ini menjadi guru besar di UCLA, Amerika Serikat, gambaran tentang negeri-negeri di Asia Tenggara di dalam catatan orang-orang Indo-Aryan (Mughal) masih belum jelas benar. Bagi Subrahmanyam, yang punya spesialisasi dalam bidang sejarah Mughal, belum ada uraian yang bisa menjelaskan bagaimana persepsi kultural tentang orang Asia Tenggara dalam benak orang Mughal. Demikian juga sebaliknya, belum cukup sumber-sumber dari Asia Tenggara yang bisa menceritakan kesan mereka tentang orang-orang "atas angin" ini.

Dikutip Indonesia.go.id, Subrahmanyam, yang juga pernah menjadi salah seorang direktur di sekolah ilmu sosial EHESS Paris, Prancis, seperti halnya mendiang Lombard, dalam sebuah artikel yang dimuat di majalah Archipel nomor 70 tahun 2005, mengakui bahwa pada paruh akhir abad 16, telah terjadi hubungan dagang yang amat kompleks antara dua kawasan yang disambungkan oleh Samudera Hindia ini. Sebagai contoh, hubungan dagang antara pelabuhan Gujarat, khususnya Pelabuhan Tua Surat, dengan kerajaan-kerajaan yang ada di Teluk Benggal, Ujung Sumatra, dan Semenanjung Melayu bisa dicermati bahkan dihitung kuantitasnya walaupun terbatas.

(Baca juga: Panglima TNI Kembali Lakukan Mutasi dan Rotasi, 19 Perwira Tinggi Pensiun)

Orang telah banyak mengetahui bahwa tekstil adalah andalan utama perdagangan dari Mughal. Sementara rempah-rempah, kayu-kayu aromatik, mineral, dan metal, hingga gajah adalah produk-produk yang datang dari kepulauan Nusantara. Tetapi catatan tentang kondisi bangsa-bangsa yang menghuni wilayah "bawah angin" masih sedikit ditemukan. Catatan-catatan bangsa Eropa, seperti Portugis dan Spanyol, yang diharapkan bisa memberikan petunjuk, masih sangat terbatas dalam deskripsinya.

 (Baca juga: Peristiwa 9 Agustus: Bom Atom Hancurkan Kota Nagasaki!)

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement