"Ada yang mendoakan juga, yang tukang dungo (mendoakan), makan - makan ya banyak yang dilepas maskernya, wong makan," imbuhnya.
Ia sendiri mengaku tak tahu menahu siapa yang merekam aksi dangdutan tersebut. Pihaknya menduga ada orang di luar yang seharusnya datang dan merekamnya. Namun dirinya mengklaim tak mengenal dan mengetahui siapa orang itu.
"Nggak tahu mungkin, dicek nggak ada mungkin bodong, nggak ada orang lain," kilahnya.
Sementara itu akibat kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan yang menyeret sang anak, Kades Gading terpaksa dimintai keterangan sekali oleh Inspektorat Kabupaten Malang dan sekali oleh Satreskrim Polres Malang.
"Kalau yang Inspektorat sekali saya sampaikan kejadian itu awaknya selamatan saja cuma saudara - saudara saja. (Kalau yang Polres Malang) dua kali, materi ditanya asal usul gimana ya saya sampaikan saja sesuai dengan kejadian itu tadi," pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan sebuah video berdurasi 23 detik beredar viral melalui pesan berantai grup whatsapp. Dalam video itu terlihat sebuah acara pesta dangdutan yang ternyata merupakan peresmian pembukaan kafe milik Kades Gading bernama Suwito. Sang Kades juga terlihat di lokasi, acara yang awalnya diklaim dengan protokol kesehatan ini lambat laun akhirnya menjadi sebuah pelanggaran.
Dari video tersebut akhirnya pihak Inspektorat Kabupaten Malang memanggil Sang Kades Gading bersama Camat Bululawang Mardiyanto. Mardiyanto sendiri mengaku baru mengetahui kejadian pesta dangdutan itu pada keesokan paginya.
(Angkasa Yudhistira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.