Viral Video Dangdutan Tanpa Prokes, Pak Kades Membantah

Avirista Midaada, Okezone · Senin 09 Agustus 2021 16:08 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 09 519 2453155 viral-video-dangdutan-tanpa-prokes-pak-kades-membantah-d8locTvgh2.jpg Tangkapan layar video (Foto : Istimewa)

MALANG - Viralnya video anak seorang kepala desa (Kades) di Malang, akhirnya diperiksa kepolisian. Sebelum diperiksa Kades Gading Kecamatan Bululawang dan 7 orang lainnya menjalani tes swab antigen terlebih dahulu.

Kepala Desa (Kades) Gading Suwito membantah bila ia sengaja membuat acara pesta orkes dangdut sebagaimana di video yang viral beredar di media sosial. Disebutkan Suwito awalnya ia hanya mengundang syukuran keluarga dan saudara-saudaranya sejumlah 15 orang untuk peresmian pembukaan kafe sang anaknya.

"Awalnya selamatan pembukaan kafe, nggak ada yang diundang, keluarga saja yang diundang, itu cuma 15 orang saja," kata Suwito, kepada wartawan pada Senin siang (9/8/2021).

Suwito menjelaskan, awal mula tiba-tiba ada pesta dangdutan yang videonya viral beredar di media sosial tersebut. Menurutnya, pelaksanaan orkes dangdut itu hanya spontanitas dimana awalnya sang anak bersama teman-temannya mau latihan bermusik dangdut.

Di mana sang anak kebetulan juga memiliki peralatan musik untuk orkes dangdut, dari sana disebutkannya pihaknya mengizinkan sang anak latihan dengan syarat jangan terlalu lama. Sementara dirinya saat itu dikatakan tengah berada di luar untuk menghadiri undangan salah seorang warganya.

"Orkes itu spontanitas bukan orkes tapi anak - anak mau latihan. Daripada sound nganggur, sound punya kita sendiri. Nyoba saja gitu kerjaannya latihan bukan orkesan. Kalau orkesan ya geden-geden, itu saja terop (tenda) enggak ada. Di video nggak ada terop, yang mendoakan juga pak Kamituo saya," terangnya.

"Setelah makan-makan itu anak-anak masih saya di luar buwuh (menghadiri undangan), mbecek, terus telepon terus arek-arek mau latihan ya jangan suwe-suwe gitu (telepon katanya anak-anak mau latihan ya jangan lama-lama gitu)," tambahnya.

Baca Juga : Cari Buron Kasus Begal Ambulans Covid-19, Polisi Buat Sayembara Berhadiah Rp5 Juta

Suwito juga membantah bila semua keluarga dan tamu undangan yang hadir tidak mematuhi protokol kesehatan. Ditegaskan Suwito seluruh undangan yang mayoritas keluarganya diklaim telah menggunakan masker, bahkan pihaknya juga menyediakan masker medis dan sarana cuci tangan di lokasi.

Namun ia mengakui bila saat jamuan makan dan minum banyak dari yang datang melepas masker dan tak menerapkan protokol kesehatan. Selepas makan ia keluar untuk menghadiri undangan dari seseorang, dari sanalah disebutkan Suwito pertunjukan musik yang diklaimnya berlatih musik terjadi.

"Awalnya pakai masker semua. Cuci tangan juga ada ya mungkin. Awalnya makan - makan, syukuran setelah makan rokokan banyak yang dilepas. Semua bawa masker kita juga menyediakan," ungkapnya.

"Ada yang mendoakan juga, yang tukang dungo (mendoakan), makan - makan ya banyak yang dilepas maskernya, wong makan," imbuhnya.

Ia sendiri mengaku tak tahu menahu siapa yang merekam aksi dangdutan tersebut. Pihaknya menduga ada orang di luar yang seharusnya datang dan merekamnya. Namun dirinya mengklaim tak mengenal dan mengetahui siapa orang itu.

"Nggak tahu mungkin, dicek nggak ada mungkin bodong, nggak ada orang lain," kilahnya.

Sementara itu akibat kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan yang menyeret sang anak, Kades Gading terpaksa dimintai keterangan sekali oleh Inspektorat Kabupaten Malang dan sekali oleh Satreskrim Polres Malang.

"Kalau yang Inspektorat sekali saya sampaikan kejadian itu awaknya selamatan saja cuma saudara - saudara saja. (Kalau yang Polres Malang) dua kali, materi ditanya asal usul gimana ya saya sampaikan saja sesuai dengan kejadian itu tadi," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan sebuah video berdurasi 23 detik beredar viral melalui pesan berantai grup whatsapp. Dalam video itu terlihat sebuah acara pesta dangdutan yang ternyata merupakan peresmian pembukaan kafe milik Kades Gading bernama Suwito. Sang Kades juga terlihat di lokasi, acara yang awalnya diklaim dengan protokol kesehatan ini lambat laun akhirnya menjadi sebuah pelanggaran.

Dari video tersebut akhirnya pihak Inspektorat Kabupaten Malang memanggil Sang Kades Gading bersama Camat Bululawang Mardiyanto. Mardiyanto sendiri mengaku baru mengetahui kejadian pesta dangdutan itu pada keesokan paginya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini