Kesal Ibunya Sering Dipukuli, Seorang Anak Nekat Bacok Ayah Kandung

Guntur, iNews · Senin 09 Agustus 2021 13:53 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 09 610 2453044 kesal-ibunya-sering-dipukuli-seorang-anak-nekat-bacok-ayah-kandung-eAd2NMU1U6.jpg Seorang anak, Okta Prianus nekat membacok ayah kandungnya (Foto: Guntur)

PALEMBANG - Lantaran kesal ibunya sering dipukul dan disiksa oleh sang ayah, seorang anak di Palembang, Sumatera Selatan, tega membacok bapak kandung sendiri.

Akibat kejadian itu, sang ayah mengalami luka bacok di bagian kepala hingga terpaksa dilarikan ke rumah sakit. Sementara pelaku pun berhasil diamankan oleh petugas di dalam rumahnya.

Inilah video amatir warga, saat korban diselamatkan oleh warga akibat dibacok oleh anak kandungnya sendiri di kawasan Gang Niur RT/RW 034/007, Kelurahan Kalidoni, Kecamatan Kalidoni Palembang, Sabtu 7 Agustus 2021 siang.

Baca Juga: Viral, ABG Bersimbah Darah Diserang Gangster di Pesanggrahan Jaksel

Dengan penuh berlumburan darah oleh warga korban diketahui bernama Edi (40) langsung dilarikan ke rumah sakit. Aksi terjadi pembacokan anak terhadap bapak kandungnya sendiri yang diduga dilatabelakangi sang anak kesal karena ibunya sering dipukul dan disiksa oleh sang ayah.

Sementara polisi mendapat laporan dari warga langsung bergerak cepat mendatangi lokasi TKP, di lokasi TKP petugas mendapati tersangka Okta Prianus di dalam rumahnya hingga langsung diamankan.

Selain mengamankan Okta Prianus, polisi juga turut mengamankan barang bukti, parang dan palu besi yang digunakan pelaku untuk membacok korban.

“Alhamdulillah kami khususnya Polsek Kalidoni mengamankan seorang anak melakukan bacok orangtuanya (bapaknya) latabelakang karena sering melihat ibunya sering dipukul ayahnya sehingga ia bacok bapaknya di bagian kepala saat ini masih divisum,” ujar Kasat Reskrim Polrestabes Palembang Kompol Tri Wahyudi.

Baca Juga: Pemuda Mabuk Tiba-Tiba Hujani Polisi dengan Sabetan Parang

Akibat perbuatannya, pelaku Okta kini masih dalam pemeriksaan Polsek Kalidoni, Palembang, sementara korban hingga kini masih menjalani perawatan medis secara intensif dan belum diketahui kondisinya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini