"Pengadaan mobil sudah 2 kali gagal, pembangunan gedung DPRD juga dibatalkan. Tapi itu ketika proses, sekarang sudah menang baru ramai. Seharusnya beri masukan dari awal," lanjutnya.
Sementara itu, soal kenaikan anggaran tahun lalu disebabkan pengadaan pakaian sesuai dengan standar yang mengacu ke peraturan wali Kota. Namun untuk teknisinya harus melalui Sekwan, sementara anggota DPRD hanya menerima barang.
"Untuk teknis di eksekutif melalui sekwan, baju itu kita cuma ngukur, milih bahan, cocok, terus penjahit, uang di transfer ke penjahit, kita terima barang. Tapi sekarangkan lelangnya sudah selesai," pungkasnya.
Tingginya anggaran untuk pengadaan pakaian dinas DPRD ini sebelumnya dinilai tidak masuk akal mengingat saat ini Kota Tangerang masih dalam situasi pandemi Covid-19. Anggaran tersebut juga naik hampir 2 kali lipat dari anggaran tahun sebelumnya yang berjumlah Rp300 juta.
(Sazili Mustofa)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.