Pemprov DKI Jakarta juga bekerja sama dengan kementerian ESDM dan JICA dengan membangun sistem informasi Monitoring Air Tanah dan Subsiden (MONAS).
Kerja sama ini, lanjut Anies, dengan memonitor cekungan air di Jakarta. Lalu sistem informasi ini akan emberikan data terbaru.
"Data dari JICA penurunan muka tanah tidak hanya terjadi di pesisir tapi juga selatan Jakarta. Sehingga penyelesaian tidak hanya mengandalkan pada pembangunan tanggul, itu bukan satu-satunya jurus ampuh. Kita juga harus menggunakan jurus kedua mengurangi penyedotan air tanah yang memberikan dampak pada pelambatan subsiden di tanggulnya ada. Itu bukan peluru utama kita harus pastikan penyedotan air berkurang," jelas mantan Rektor Paramadina itu.
Baca juga: Biden Sebut 10 Tahun Lagi Jakarta Tenggelam, MUI : Jangan Anggap Enteng
Anies menerangkan, Pemprov DKI Jakarta terus mendorong PAM Jaya untuk memperbaiki ekstraksi air tanah yang masif dengan mengganti pemipaan.
Pemprov DKI Jakarta akan mengurangi pemakaian air tanah dengan membangun kios air untuk membangun akses warga mendapatkan air bersih. Selain itu, Anies juga melarang gedung-gedung menyedot air tanah secara sembarangan.
Baca juga: Joe Biden Sebut Jakarta Tenggelam 10 Tahun Lagi, Pakar Geolog Ungkap Kajian Mengejutkan
"Kami inspeksi seluruh gedung di jalan Sudirman Thamrin seluruh gedung diperiksa saya lupa angka persisnya tapi kurang dari 5 yang menaati aturan tentang air. Sekarang yang raksasa berhadapan dengan aturan hukum. Melanggar aturan hukum ada dua karena kebutuhan dan karena keserakahan dan penyedotan air di gedung tinggi karena keserakahan," kata dia.