JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) mengadakan kerja sama di bidang percetakan Alquran dengan Abu Dhabi. Hal ini disampaikan Menteri Agama (Menag) RI Yaqut Cholil Qoumas saat berdiskusi secara virtual melalui video conference dengan Dubes Indonesia di Abu Dhabi Husin Baqis pada Kamis 12 Agustus 2021.
Ia mengatakan, kerja sama ini dilaksanakan karena percetakan Kemenag sudah jadul dan hanya dapat menghasilkan 200 ribu eksemplar per tahunnya.
"Kebutuhan Alquran di Indonesia kurang lebih 10 juta eksemplar per tahun dengan bantuan Pak Dubes, bisa dikerjasamakan dengan Uni Emirat Arab terkait percetakan Alquran," ujar Menag Yaqut demikian dikutip pada laman resmi Kemenag, Jumat (13/8/2021).
Baca Juga: Gedung Asrama Haji Jambi Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19
Kerja sama lainnya yang dibahas yakni pengiriman 100 imam masjid ke UEA, pembangunan Islamic Center di Solo, dan pengelola wakaf produktif. Terkait pengiriman 100 imam Menag menegaskan komitmennya untuk memenuhi kebutuhan Abu Dhabi terhadap 100 imam masjid dari Indonesia yang mana hubungan dan sinergitas program Kemenag-Abu Dhabi selama ini berjalan baik.
"Terkait pengiriman 100 imam masjid ke Abu Dhabi, kita akan siapkan. Insya Allah sebelum November sudah bisa memenuhi 100 imam, atau setengahnya," jelas Menag Yaqut.
Berkenaan rencana pembangunan Islamic Center di Solo, Menag menyebut hal itu dapat dijadikan sebagai simbol moderasi beragama. "Ada opsi dibangun di luar Solo, misal Jawa Barat. Apakah ini mungkin diterima," tanya Menag Yaqut.
Baca Juga: Hapus Surat Nikah Fisik, Kemenag Kirim Kartu Nikah Digital Via WhatsApp
Lalu mengenai pengelolaan wakaf produktif, Menag mengaku akan belajar dengan Abu Dhabi. Sebab, di Indonesia, masih ada sejumlah hambatan.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.