Cerita Rakyat Aceh Baru Tahu Indonesia Merdeka Setelah 2 Minggu

Tim Okezone, Okezone · Jum'at 20 Agustus 2021 07:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 13 340 2455089 cerita-rakyat-aceh-baru-tahu-indonesia-merdeka-setelah-2-minggu-UYAzd3LQGn.jpg Foto: Illustrasi Okezone.com

PADA 17 Agustus 1945, Hari Jumat Legi, pukul 10.00, Bung Karno dan Bung Hatta atas nama rakyat memproklamasikan kemerdekaan Indonesia di Jalan Pegangsaan Timur 56, Jakarta, pasca-Kaisar Jepang bertekuk lutut pada Amerika Serikat usai pengeboman Hiroshima dan Nagasaki.

Berita paling bersejarah bagi bangsa Indonesia itu sempat dihalang-halangi oleh tentara Nippon untuk disebarluaskan. Namun, usaha penyebaran informasi tersebut tidak terbentung. Bahkan hingga provinsi paling barat Indonesia, Aceh. Tetapi di wilayah ini, proklamasi kemerdekaan baru diketahui pada 29 Agustus 1945 atau hampir dua minggu setelahnya.

Baca juga:  Kata 'Indonesia' Berawal dari Diskusi di Meja Redaksi Logan

Usai mendapat kabar baik itu, sejumlah upaya dilakukan untuk memberi tahu masyarakat bahwa Indonesia merdeka. Seperti tiga pegawai Kantor Kepolisian Kutaraja (Banda Aceh) yang mengibarkan bendera merah putih pada malam hari. Tujuannya agar diketahui masyarakat keesokan harinya.

Pengibaran bendera ini disebut-sebut pertama kali dilakukan di Tanah Rencong. Aksi nekat itu diketahui dilakukan seorang pemuda bernama Teuku Nyak Arif. Ia berkeliling Banda Aceh dengan mengendarai mobilnya sambil mengibarkan bendera merah putih. Harapannya sama, agar kemudian kemerdekaan diketahui masyarakat luas.

Baca juga:  Ini Pesan Perpisahan Sri Sultan HB IX kepada Soekarno-Hatta saat Pindah ke Jakarta

Proklamasi kemerdekaan RI akhirnya menjadi pendongkrak semangat masyarakat Aceh melawan penjajahan. Mendengar kemerdekaan yang sudah mutlak, membuat semangat perjuangan ulama karismatik sekaligus pejuang kemerdekaan di Aceh, Teungku Daud Beureueh, kian meledak. "Aceh juga harus merdeka," pekik Daud Beureueh. Demikian sebagaimana dikutip dari buku 'Soekarno Poenja Tjerita' yang disunting Roso Daras.

Semangat kebangkitan melawan penjajahan di Aceh kemudian tersebar luas. Segera Daud Beureueh serukan lewat seluruh ulama agar rakyat Aceh mendukung Soekarno. Segenap tenaga dikerahkan. Semangat rakyat Aceh dikobarkan Daud hingga puncaknya.

Namun setelah itu, Aceh sempat berkecamuk setelah Daud Beureueh menganggap Soekarno ingkar janji memberikan hak melaksanakan Syariat Islam dan menjalankan rumah tangga sendiri untuk Aceh. Tidak hanya itu, pasca-kemerdekaan, Soekarno dianggap menganaktirikan Aceh sebagai wilayah yang memiliki jasa besar untuk kemerdekaan.

Daud Beureueh memproklamasikan Aceh sebagai bagian Daurah Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) pada 21 September 1952. Saat kelompok tersebut usai, giliran Gerakan Aceh Merdeka (GAM) menunjukkan taringnya untuk memisahkan Aceh dari Indonesia pada 4 Agustus 1976 yang dipimpin oleh Muhammad Hasan di Tiro.

Setelah pertumpahan darah dan kecamuk konflik puluhan tahun, GAM dan RI akhirnya mencapai kata damai pada 15 Agustus 2005. Perjanjian damai tersebut membuat Aceh kembali pada pangkuan Ibu Pertiwi.

Sekarang Aceh menjadi bagian tak terpisahkan dari Indonesia. Wilayah ini juga menjadi salah satu provinsi yang mendapatkan status otonomi khusus, atau menjalankan rumah tangga sendiri serta penerapan syariat Islam. (din)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini