Presiden Afghanistan Kemungkinan Akan Mundur, Pergi Bersama Keluarganya

Susi Susanti, Koran SI · Minggu 15 Agustus 2021 15:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 15 18 2455893 konflik-taliban-presiden-afghanistan-kemungkinan-akan-mundur-pergi-bersama-keluarganya-xC5FqRM3rz.jpg Presiden Afghanistan Ashraf Ghani (Foto: File Photo)

KABUL - Presiden Afghanistan Ashraf Ghani, dalam sebuah pesan yang direkam, pada Sabtu (14/8) mengatakan bahwa negara itu terguncang di bawah ancaman besar karena pengambilalihan yang dilakukan Taliban. Namun dia menegaskan situsi tetap terkendali.

Pidato Ghani ini diumumkan ketika Taliban memperketat cengkeraman teritorial mereka di sekitar Kabul dengan kota-kota terbesar kedua dan ketiga di negara itu telah jatuh ke tangan pemberontak.

Namun seorang sumber mengatakan kepada News18 bahwa Ghani kemungkinan akan mundur.

Sumber menjelaskan Presiden sedang mempertimbangkan untuk berhenti sebagai bagian dari rencana 'gencatan senjata yang mendesak' karena pemerintah telah mencoba menghentikan serangan mematikan Taliban.

“Para pemimpin bertemu karena situasinya sangat buruk. Pidato itu direkam tadi malam sehingga dia mungkin belum mengumumkan pengunduran dirinya. Namun, presiden masih memikirkannya dan ada kemungkinan dia mundur," kata sumber itu kepada News18 usai pidato Ghani.

(Baca juga: Taliban Paksa Anak Muda Bawa Granat, Warga Antri Panjang di Bank, Penjara Rusuh)

Seorang sumber mengatakan Presiden mungkin pergi ke beberapa "negara ketiga" bersama dengan semua anggota keluarganya setelah berhenti.

Sementara itu, Amrullah Saleh, Wakil Presiden pertama Afghanistan, dilaporkan tidak tertarik untuk pindah. .

Presiden Afghanistan pada Sabtu (14/8) mengatakan bahwa 'remobilisasi angkatan bersenjata adalah prioritas utama' bagi negara itu, dan 'konsultasi cepat' sedang berlangsung untuk mengakhiri perang.

(Baca juga: Taliban Kuasai Semua Kota Utama, Kecuali Ibukota)

"Kami akan mencegah perpindahan orang, saya tidak akan membiarkan perang yang dipaksakan menyebabkan lebih banyak pertumpahan darah," terang Presiden.

Pejuang Taliban sekarang berkemah hanya 50 kilometer (30 mil) jauhnya. Pertempuran sengit juga dilaporkan terjadi di sekitar Mazar-i-Sharif, tempat persembunyian terpencil di utara tempat panglima perang dan mantan wakil presiden Abdul Rashid Dostum mengumpulkan milisi anti-Taliban yang ganas.

(sst)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini